Sabtu, 25 May 2019
radarsolo
icon featured
Features

Cerita di Balik Persiapan Kontingen Paduan Suara Vocalista Angels

14 Mei 2019, 09: 55: 59 WIB | editor : Perdana

SIAP LOMBA: Penampilan Paduan Suara Vacalista Angels dalam acara malam doa dan pelepasan di Pendapa Pemkab Klaten Minggu malam.

SIAP LOMBA: Penampilan Paduan Suara Vacalista Angels dalam acara malam doa dan pelepasan di Pendapa Pemkab Klaten Minggu malam. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Absen selama lima tahun dari kompetisi paduan suara dunia akhirnya Vocalista Angels berkesempatan mengikuti 6th Vietnam Choir Competition. Lantas bagaimana persiapan anak-anak Vocalista Angels mengikuti kompetisi paduan suara di Kota Hoi An, Vietnam itu?

ANGGA PURENDA, Klaten

MENGENAKAN kaos putih dan bercelana hitam tampak 31 anak Vocalista Angels menyanyikan sejumlah lagu dengan penuh energik di panggung Pendapa Pemkab Klaten. Sesekali mereka yang masih duduk di bangku SD hingga SMA itu membentuk formasi. Tidak tampak kelelahan diraut wajah meski diharuskan menyanyi sambil menari.

Suara yang keluar pun langsung menggema ke seluruh ruangan hingga membuat para penonton memberikan apresiasi berupa tepuk tangan. Penampilan yang mereka perlihatkan malam itu menjadi bagian untuk disajikan dihadapan dewan juri 6th Vietnam Choir Competition pada 15-19 Mei mendatang. Vocalista Angels sendiri mengikuti dua kategori dalam perlombaan paduan suara dunia itu yakni Children Choir dan Folklore.

Dalam perjalanan persiapan Vocalista Angels untuk mengikuti perlombaan paduan suara dunia itu tidak mudah. Mengingat kepastian untuk mengikuti ajang tersebut baru diketahui oleh kontingen pada akhir Januari. Ditambah baru memulai latihan pada akhir Februari karena harus memilih lagu yang tepat.

“Praktis hanya tiga bulan saja waktu efektif kita menggelar latihan. Tentunya ini sangat mepet karena biasanya bisa kita lakukan setengah tahun sebelumnya. Apalagi tim Vocalista Angels ini adalah anak-anak baru dari nol yang belum pernah ikut kompetisi,” jelas pelatih, Yason Christy Pranowo ditemui Jawa Pos Radar Solo usai acara pelepasan kontingen di Pendapa Pemkab Klaten, Minggu (12/5) malam.

Guna kualitas suara anak didiknya dapat terjaga, Yason sudah memberlakukan larangan untuk makan gorengan hingga minum es sejak enam bulan lalu. Bahakan dirinya melarang anak-anak Vocalista Angels untuk mengonsumsi cokelat maupun makanan pedas hingga berlengket. Mereka hanya diperkenankan untuk mengonsumsi sayur-sayuran yang dikukus dan makanan berkuah saja seperti soto dan sop.

Para anggota pun dibiasakan untuk mengunyah kencur jika merasa suaranya pecah maupun serak. Kegiatan mengunyar kencur pun selama perlombaan berlangsung untuk menjaga suara tetap prima. Memang mengunyah tanaman obat itu sudah menjadi tradisi bagi kontingen Vocalista Angels.

“Kayak gampang lemah pita suaranya, menjadi menyusut dan tipis. Padahal dibutuhkan power dalam menyanyi itu. Untuk memastikan makanan yang mereka konsumsi saya tanyakan ke orang tuanya masing-masing. Dalam setiap latihan harus berkata jujur tidak boleh bohong soalnya tetap kelihatan kalau dites vokal,” jelasnya.

Kendala yang dihadapi Yason ketika para anggota baru itu bergabung sekitar empat bulan hingga satu tahun lamanya. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi sang pelatih untuk memoles anggota untuk dapat bernyanyi sesuai arahannya. Harapannya tidak ada jurang pemisah terkait kemampuan anak didiknya itu.

Menyatukan waktu berlatih pada jam yang sama bagi seluruh anggota menjadi kesulitan tersendiri. Mengingat  mayoritas mereka adalah para pelajar yang harus menyempatkan waktu untuk belajar karena terdapat ujian. Tetapi masa-masa itu telah dilalui para anggota sebelum akhirnya berangkat ke Kota Hoi An pada 15 Mei.

“Nantinya ada tiga lagu untuk kategori Children Choir dan tiga lagu untuk Folklore. Kita pilih lagu internasional, nasional dan daerah seperti The Music Down To My Soul, Tabuh Gendang dan Payung Fantasi, Ada pula Yamko Rambe Yamko, Dara Lumau dan Romo ono Maling. Kita targetkan untuk perlombaan kali ini mendapatkan medali emas di masing-masing kategori,” tandas dia. (*)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia