Selasa, 15 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Sedulur Mancing Mania Gerebek Pemancing Pakai Racun

14 Mei 2019, 12: 30: 59 WIB | editor : Perdana

ALAMI: Warga memancing di Kali Lunyu, Kampung Sidorejo, Kelurahan Kabupaten, Klaten Tengah.

ALAMI: Warga memancing di Kali Lunyu, Kampung Sidorejo, Kelurahan Kabupaten, Klaten Tengah. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Sedulur Mancing Mania Klaten (SMKK) bersama warga Desa Serenan dan Polsek Juwiring menggerebek pemancing di Sungai Bengawan Solo, Jumat malam (10/5). Karena diduga memancing menggunakan racun. Saat penggerebekan, berhasil diamankan 9 pemancing plus 11 sepeda motor.

SMKK mendapat laporan adanya aktivitas memancing dengan racun di Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Desa Serenan. Melibatkan sekitar 20 orang. Sudah berjalan beberapa kali dalam kurun empat bulan terakhir. Setelah dilakukan koordinasi dengan warga dan polsek, akhirnya dilakukan penggerebekan.

”Cara seperti ini salah karena bisa merusak ekosistem sungai. Kami berkomitmen membawa aktivitas itu ke jalur hukum. Di Juwiring bagian timur memang rawan memancing dengan menebar racun. Kami sering patroli, hingga akhirnya berhasil menggerebek 9 orang,” kata Ketua SMKK Arif Munandar kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (13/5).

SMMK juga ikut melakukan pencegahan kepada warga yang memancing ikan dengan racun. Hal ini sudah ditegaskan dalam UU No. 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. ”Rencananya kami akan membuat surat kesepakatan bersama komunitas dan juga klarifikasi ke Polsek Juwiring,” bebernya.

Divisi Komunikasi dan Humas Sekolah Sungai Klaten (SSK) Arif Fuad Hidayah menyayangkan atas kegiatan menebar racun ke sungai. Karena aktivitas ini telah direncanakan secara matang. Padahal dampaknya sangat merugikan ekosistem sungai.

”Saya berharap pihak kepolisian bertindak tegas. Kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini sampai ke pengadilan. Pemkab Klaten juga harus berperan aktif mencegah kerusakan ekosistem ini melalui perda,” paparnya.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Juwiring AKP Sri Anggono membenarkan peristiwa penggerebekan tersebut. Saat ini, kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Polres Klaten. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia