Rabu, 20 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Limbah Pabrik Masih Jadi Momok, Keberadaannya Mencemari Air 

14 Mei 2019, 13: 15: 59 WIB | editor : Perdana

TERCEMAR: Petugas DLH saat mengecek kondisi air di salah satu aliran sungai di Karanganyar

TERCEMAR: Petugas DLH saat mengecek kondisi air di salah satu aliran sungai di Karanganyar (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR - Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kembali melakukan pengecekan terhadap air baku mutu lingkungan di sejumlah aliran sungai. 

Kepala DLH Kabupaten karanganyar Edy Yusworo mengungkapkan pengecekan ini dilakukan secara bertahap dan rutin dilakukan tiap tahunnya. Ini dilakukan guna mengukur kualitas air yang ada di sungai yang mengalir di sejumlah wilayah. 

"Pengukurannya dengan mengambil sampel air yang ada di beberapa lokasi. Mulai dari hulu sampai dengan hilir. Semua kita cek," ucap Edy kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin. 

Lebih lanjut diungkapkan Edy, dari hasil sementara proses pengecekan rata-rata air sungai yang berada di wilayah hilir tercemar. Seperti di Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar Kota, Colomadu, hingga Gondangrejo. 

Hal tersebut diketahui lantaran adanya proses pencemaran air yang bersumber dari Ipal pabrik, yang terus menerus mencemari aliran sungai yang berada di hilir. 

"Ya kalau semakin ke hulu itu semakin bersih, karena tidak ada proses pencemaranya dan cenderung bersih. Kalau di hilir, ya banyak pabrik yang membuang limbah produksi ke sungai," jelasnya. 

Untuk proses saat ini Edy mengaku masih melakukan pengecekan terhadap air yang sebelumnya di ambil sebagai sampel tersebut. Setelah ini pihaknya akan gencar melakukan sosialisasi kepada sejumlah perusahaan untuk tidak membuang limbah yang melebihi baku mutu lingkungan ke sungai. 

"Cara satu-satunya untuk mengurangi pencemaran air di hilir, adalah dengan mengurangi limbah pabrik yang melebihi baku mutu lingkungan," pungkasnya. (rud/nik)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia