Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Kecelakaan Naik, Pelanggaran Lalin Turun

Mayoritas Terjadi Pukul 13.00-15.00

14 Mei 2019, 14: 40: 08 WIB | editor : Perdana

Kecelakaan Naik, Pelanggaran Lalin Turun

SOLO – Kesadaran masyarakat dalam tertib lalu lintas masih perlu ditingkatkan. Sebab, dari hasil operasi keselamatan lalu lintas Candi 2019 yang dijalankan selama dua pekan lalu, jumlah kasus kecelakaan meningkat. Sedangkan pelanggaran lalu lintas turun.

Kasat Lantas Polresta Surakarta Kompol Busroni mengatakan, pada tahun lalu di operasi yang sama, kecelakaan tercatat sebanyak 28 kasus. Tahun ini naik menjadi 38 kasus.

 “Namun dari sisi fatalitas korban menurun. Kalau tahun lalu tercatat 30 luka ringan, empat luka berat, dan satu meninggal dunia, tahun ini keselurhan hanya mengalami luka ringan,” paparnya kemarin.

Berdasarkan waktu kejadian, mayoritas kecelakaan terjadi pada pukul 13.00-15.00, selanjutnya 03.00- 05.00. Untuk jenis kendaraan masih didominasi sepeda motor. Untuk usia pelanggar, rata-rata 16-25 tahun.

“Tipe kecelakaan depan samping. Itu karena karakteristik jalan di Solo banyak perempatan kampung yang tembus langsung ke jalan utama. Jadi kendaraan dari jalan kampung tidak lihat kanan dan kiri, langsung masuk ke jalan utama, atau masuk ke jalan sebrangnya,” urainya.

Di lain sisi, pelanggaran lalu lintas tercatat sebanyak 1.052 kasus. Dari jumlah itu, 922 pengendara diberi teguran, sisanya mendapatkan sanksi tilang karena melakukan kesalahan fatal, seperti tidak memakai perlengkapan berkendara sesuai standar.

“Ketika terjaring razia, alasannya cuma dekat perjalannya. Padahal mau jauh atau dekat, keselamatan tetap harus dijaga.,” papar kasat lantas.

Satlantas juga melakukan upaya preventif dengan melakukan sosialiasi tertib lalu lintas di  sekolah, kampus, komunitas otomotif, dan elemen lainnya. Pihak sekolah dinilai Busroni sangat mendukung keselamatan berkendara dengan melarang muridnya yang belum cukup umur dan belum memiliki SIM mengendarai kendaraan.

Kegiatan serupa juga menyasar komunitas ojek online (ojol) terkait pentingnya keselamatan dalam berkendara. “Kaitannya tidak sekadar mereka menggunakan handphone dalam berkendara, namun lebih karena membawa penumpang,” tegas kasat lantas.

Upaya menekan kasus kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas yakni mengoptimalkan 14 pos polisi di sejumlah penggal jalan Kota Bengawan. Pos tersebut dijaga mulai pukul 06.00-20.00. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia