Selasa, 22 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Dishub Sragen Antisipasi Titik Rawan Kemacetan

14 Mei 2019, 15: 38: 08 WIB | editor : Perdana

Dishub Sragen Antisipasi Titik Rawan Kemacetan

SRAGEN – Dinas Perhubungan (Dishub) Sragen sudah melakukan langkah antisipasi terkait arus mudik Lebaran nanti. Hasil evaluasi tahun lalu, Dishub Sragen akan fokus dan konsentrasi pada kawasan simpang empat Gemolong, yang sering terjadi penumpukan kendaraan.

Kepala Dishub Sragen Muhari menyampaikan sudah menyiapkan rambu-rambu lalu lintas, dan jalur alternatif untuk arus mudik. Pihaknya menyampaikan secara umum jalur alternatif tidak banyak berubah dibanding tahun sebelumnya.

”Pada Lebaran tahun kemarin, kenapa masih macet? Setelah dievaluasi dari exit tol Tingkir oleh Dishub setempat, ada arah Sragen-Solo diberi tanda lewat Gemolong, akhirnya semua menumpuk di Gemolong,” ujar Muhari.

Kawasan Gemolong  selama ini dikenal rawan kemacetan, dan untuk antisipasi kini sudah membentuk jalur alternatifnya. Diharapkan tidak ada kemacetan lagi di Sragen. Apalagi jalan tol juga sudah dioprasikan.

”Kita sudah siapkan rambu-rambu yang diharapkan bisa mengurangi kepadatan,” bebernya.

Dia juga menyampaikan trafic light di Pungkruk sudah siap untuk mengantisipasi kendaraan yang keluar maupun masuk tol. ”Jalan tol buka 24 jam sampai Ngawi, jadi diharapkan mengurangi kepadatan di dalam kota Sragen,” terangnya.

Tetapi yang menghawatirkan saat ini ini kemacetan bisa saja terjadi di pintu tol Kebakkramat. Selain itu prediksi kemacetan dan penumpukan kendaraan juga ada di titik sekitar rest Area Masaran. 

Sementara itu, Direktur Perusda SPBU dan Bengkel Terpadu Sragen Supriyadi berharap regulasi terkait kendaraan besar bisa melintas. Biasanya dari kementerian ada larangan untuk kendaraan besar, seperti  truk yang mengangkut barang-barang non sembako, hingga truk BBM. Dia berharap dengan adanya jalan tol ini truk tetap dapat beroperasi.

”Kami juga lihat aturannya besok. Harapannya kendaraan truk tidak berhenti saat Lebaran. Karena sudah ada jalan tol, arus kendaraan harus bisa dibagi,” bebernya. (din/nik)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia