Senin, 16 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Renovasi Jembatan Peninggalan Belanda Rampung

14 Mei 2019, 20: 32: 25 WIB | editor : Perdana

SUDAH JADI: Jembatan Desa Jipangan, Banyudono.

SUDAH JADI: Jembatan Desa Jipangan, Banyudono. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Jembatan Dukuh Demangan, Desa Jipangan, Kecamatan Banyudono kini bisa dilewati kendaraan roda empat. Jembatan peninggalan zaman penjajahan Belanda ini ambrol, 14 Desember 2018 karena derasnya air sungai. Renovasi rampung lebih cepat dari perkiraan.

Kades Jipangan Tri Priyadi gembira proses renovasi berjalan cepat. Sehingga jembatan tersebut bisa segera dimanfaatkan warganya. Jembatan ini merupakan penghubung antardukuh dan jalur penting ke areal pertanian. ”Jadi jalur pintas warga menuju Pasar Pengging yang baru,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Solo.

Renovasi menelan anggaran Rp 197,447 juta. Proyek digarap sejak 22 Maret dan ditargetkan rampung 18 Agustus. ”Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPRD Boyolali S. Paryanto dan jajaran Pemkab Boyolali yang telah mendengarkan aspirasi warga,” ujarnya.

Kerusakan Jembatan Demangan tidak separah perkiraan semula. Kondisi badan jembatan masih kuat. Hanya bagian sisi timur yang longsor. ”Jembatan tak perlu dibongkar total, sehingga proses pembangunannya cepat,” paparnya.

Sugiharto, 56, warga setempat menyambut gembira terkait rampungnya renovasi Jembatan Demangan. Warga mengaku Jembatan Demangan yang dibangun pada masa penjajahan Belanda ini perannya cukup vital. ”Jembatan ini sangat penting untuk menunjang kegiatan perekonomian warga,” ucapnya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia