Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Upaya Transparansi, Dishub Rancang Aplikasi Database Perparkiran

15 Mei 2019, 12: 30: 59 WIB | editor : Perdana

WASPADA JUKIR LIAR: Dishub Sragen bersama tim memantau kantong-kantong parkir.

WASPADA JUKIR LIAR: Dishub Sragen bersama tim memantau kantong-kantong parkir. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Dinas Perhubungan (Dishub) Sragen tak menampik potensi praktik premanisme di sektor perparkiran. Itu dibuktikan dengan masih adanya juru parkir (jukir) liar dan lahan parkir liar di wilayah Sragen. Untuk itu, dishub tengah menyiapkan aplikasi database perparkiran yang transparan.

Kasi Peparkiran Dishub Sragen Suparno menyampaikan, sektor perparkiran sangat luas dan kompleks. Termasuk adanya oknum preman yang membekengi kegiatan penarikan jasa parkir.

”Orang yang berkecimpung di parkir itu banyak yang terlibat. Mulai dari premanisme, setor ke sini, ke kampung, dan sebagainya,” tutur Suparno mewakili kepala Dishub Sragen Selasa (14/5).

Sebagai upaya memberi kenyamanan pengguna jasa parkir, saat ini dishub tengah merancang aplikasi database soal perparkiran. Langkah ini juga untuk mewujudkan transparansi anggaran maupun menghindari bentuk premanisme. 

”Kami ingin menghindari klaim-klaim kantong parkir dari oknum yang bertindak premanisme,” papar Suparno.

Aplikasi sistem informasi perparkiran tersebut berbasis online. Soal pembuatannya, dishub telah belajar dari sistem serupa yang sudah ada di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Dengan anggaran Rp 50 juta, database yang dirangkum meliputi kantong parkir, jukir, dan transparansi pendapatan parkir.

Diungakpan Suparno, saat ini dari sektor retribusi parkir menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) mencapai Rp 878,85 juta. Dia berharap pada 2019 bisa mencapai Rp 900 juta. 

”Dari database di aplikasi itu, bisa dipertanggungjawabkan. Artinya, perhubungan menerbitkan kartu ID card ( untuk jukir, Red). Sehingga bisa dipertanggungjawabkan, orangnya seperti apa, setorannya berapa. Nantinya juga lari ke pendapatan retribusi daerah,” jelas Suparno.

Dishub juga membuka nomor aduan untuk mengatasi premanisme dalam perparkiran. Semisal ada yang menarik melebihi tarif yang ditentukan, akan dilakukan penindakan. Termasuk penindakan oleh tim Saber Pungli.

”Aduan pernah ada, parkir liar di depan pedagang susu saat malam hari. Kita selidiki di tempat jukirnya dua, yang satu resmi dan satu liar. Yang liar kita cari sampai sekarang tidak menampakkan batang hidungnya,” tandas Suparno. (din/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia