Selasa, 15 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Jelang Penetapan KPU, Ketua MUI Boyolali: Jangan Terpancing Provokasi

15 Mei 2019, 14: 06: 12 WIB | editor : Perdana

Ketua MUI Boyolali, Habib Ichsanudin.

Ketua MUI Boyolali, Habib Ichsanudin.

Share this      

BOYOLALI - Pemilu 2019 telah usai. Kini saatnya masyarakat bersama-sama membantu menjaga kondusivitas, termasuk di Boyolali. 

Hal itu diungkapkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Boyolali Habib Ichsanudin. "Untuk itu, umat beragama di Boyolali yang tergabung dalam MUl tidak mudah terprovokasi gerakan-gerakan pengerahan massa oleh oknum yang tidak bertanggung jawab pada 22 Mei yang mengatasnamakan people power," kata Ichsanudin Rabu (15/5).

Menurut dia, dengan selesainya pemilu, apa pun keputusan oleh KPU nanti, harus dipatuhi bersama. Seluruh masyarakat tetap harus kembali menjalin silahturahmi dan menjaga wilayah Boyolali tetap kondusif.

"Tokoh agama di Boyolali sepakat mematuhi apapun keputusan KPU tanggal 22 Mei dan jangan terpengaruh hasutan, ajakan oknum yang tidak bertanggung jawab," papar ketua MUI.

Jika memang ada pihak yang tidak menerima hasil penetapan KPU, agar menempuh jalur sesuai hukum yang ada. Gerakan people power, kata Ichsanudin, mencerminkan langkah yang tidak baik. Seluruh umat Islam diminta tetap menjaga diri dan tidak mudah terpancing.

"Pascapemilu, saya mengimbau kepada seluruh umat Islam dan masyarakat Boyolali untuk menegakkan ajaran agama yang benar dan menjaga kekhusukan ibadah di bulan suci Ramadan ini," pungkas dia. (*/ria)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia