Selasa, 15 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Program Kotaku Jamah Pucangsawit-Danukusuman

15 Mei 2019, 15: 22: 31 WIB | editor : Perdana

Program Kotaku Jamah Pucangsawit-Danukusuman

SOLO – Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) berlanjut. Setelah melakukan penataan di Semanggi, kini giliran menyentuh Kelurahan Pucangsawit dan Danukusuman.

Koordinator Kotaku Solo Cornelius Tri Cahyo mengatakan, penataan dua kelurahan itu bertujuan memperbaiki akses masyarakat terhadap infrastruktur permukiman yang layak. Rencananya program tersebut dilaksanakan pada 2020 hingga 2021.  

“Infrastruktur permukiman yang layak meliputi 7 + 1 indikator kumuh. Yaitu bangunan gedung, jalan lingkungan, penyediaan air minum, drainase lingkungan, pengelolaan air limbah, pengelolaan persampahan, pengamanan kebakaran, dan ruang terbuka publik,” urainya, Selasa (14/5).

Rencananya, penataan di kelurahan Pucangsawit dan Danukusuman menggunakan konsep konsolidasi lahan, sama seperti Kawasan Semanggi. “Berbeda dengan konsep relokasi dan pemugaran, konsep konsolidasi lahan tidak hanya memperbaiki bentuk fisik bangunan, namun juga peremajaan wilayah. Warga di dua kelurahan itu memang prioritas untuk ditata guna mewujudkan program 100-0-100, yaitu 100 persen akses universal air minum, 0 persen lingkungan kumuh, 100 persen  akses sanitasi layak,” papar Tri.

Dua metode yang dilakukan dalam menata wilayah kumuh yakni secara lingkungan dan kawasan. Pada skala lingkungan yang menyasar kelurahan, alokasi anggarannya senilai Rp 2 miliar. Sedangkan untuk kawasan, yaitu di RW 023 senilai Rp 5,9 miliar.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menargetkan pada masa kepemimpinannya kawasan kumuh di Solo berkurang. Diakui untuk menghilangkan kawasan kumuh tidak dapat sekejap. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia