Selasa, 15 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Aset Tanah SMA/SMK Jadi Temuan BPK

15 Mei 2019, 19: 27: 17 WIB | editor : Perdana

LUAS: Tanah Terminal Tawangmangu milik pemprov diminta pemkab.

LUAS: Tanah Terminal Tawangmangu milik pemprov diminta pemkab. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan catatan temuan terkait aset-aset di Karanganyar yang kini pengelolaannya diambil alih Pemprov Jateng. Pemkab diminta segera menyelesaikan persoalan aset tersebut.

Saat ini, pemkab mulai melakukan pendataan terhadap sejumlah aset milik SMA, SMK, terminal, dan beberapa sekolah luar biasa (SLB) di Karanganyar. Pasalnya, meski sejumlah sekolah dan terminal tersebut sudah dikelola oleh pemprov, namun sejumlah aset di sana belum diserahkan ke provinsi.

”Kemarin dari BPK menemukan, kenapa setelah dikelola provinsi, beberapa aset seperti (milik) sekolah dan terminal itu belum masuk. Maka dari itu, saat ini kita mulai lakukan pendataan. Sehingga bisa segera diserahkan ke provinsi,” kata Kepala Bagian Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Karanganyar Ali Gufron kepada wartawan Selasa (14/5).

Diungkapkan Ali, sejak awal 2016, pengelolaan terhadap SMA/SMK, terminal dan SLB memang sudah masuk pemprov. Namun, untuk aset berupa tanah sampai sekarang belum diserahkan. Sebab, pemkab  punya penghitungan sendiri terkait penyerahan tersebut.

”Harus ada pertimbangan untuk penyerahan aset tanah, karena tidak sedikit. SMA itu ada sembilan sekolah, kemudian tujuh SMK, dua terminal, dan dua SLB,” terang Ali.

Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono sebelumnya sempat menjelaskan, jika aset milik SMA, SMK, terminal, dan SLB diminta untuk segera diserahkan ke provinsi, maka aset provinsi yang berada di Karanganyar seharusnya juga secepatnya diberikan. Di antaranya, Taman Hutan Rakyat (Tahura) yang berada di Ngargoyoso dan aset di wilayah Tawangmangu. (rud/ria)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia