Selasa, 15 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Dishub Mulai Petakan Jalur Alternatif

15 Mei 2019, 20: 05: 56 WIB | editor : Perdana

PERMANEN: Rambu petunjuk arah di jalur alternatif Jalan Merapi, Gayamprit, Klaten Selatan.

PERMANEN: Rambu petunjuk arah di jalur alternatif Jalan Merapi, Gayamprit, Klaten Selatan. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

PERSIAPAN menyambut arus mudik dan balik Lebaran juga digeber Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten. Salah satunya memetakan jalur alternatif. Serta memasang 17 rambu petunjuk arah di sejumlah jalur alternatif tersebut. Agar para pemudik yang hendak pulang kampung tidak terjebak kemacetan.

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dishub Klaten Joko Suwanto menjelaskan, belasan rambu prtunjuk arah dipasang di Kecamatan Bayat, Cawas, dan Gantiwarno. Dipasang secara permanen. Termasuk di jalur lingkar barat.

Pemasangan rambu dilakukan secara bertahap di sejumlah persimpangan jalan strategis. Agar dapat dilihat dengan jelas oleh pengguna jalan. Selain itu, membantu pemudik melintasi jalur alternatif untuk menghindari kemacetan di jalur arteri Solo-Jogja.

”kami lihat lebih dulu kebutuhan petunjuk arahnya. Kalau dibutuhkan, akan dilakukan dengan tambal sulam saja,” jelas Joko kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (14/5).

Menghindari kemacetan di jalur Solo-Jogja, pemudik dari arah Jogja diimbau melintasi Gondang. Terhubung menuju Kabupaten Boyolali maupun Kota Solo, Melintasi Jalan Merapi dan Ngupit, Kecamatan Ngawen. Sebaliknya, pemudik dari arah Solo ke Jogja diimbau melintasi kawasan Pakis-Daleman-Karangwuni.

”Potensi macet terjadi di kawasan Delanggu dan Pasar Kraguman, Jogonalan. Karena ada pasar tumpah dan limpahan kendaraan dari jalan tol. Mengurai kemacetan, kami antisipasi dengan sistem buka-tutup,” terang Joko.

Sementara jalur rawan kecelakaan berdasarkan pantauan jajaran Satlantas Polres Klaten, terdapat di kawasan Pasar Kraguman dan Prambanan. Kepala Dishub Klaten Slamet Widodo menambahkan, dalam waktu dekat akan menggelar rapat lintas sektoral. Untuk mengetahui apa saja yang akan dilakukan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), menghadapi arus mudik dan balik Lebaran. ”Rapat tingkat provinsi sudah dilakukan. Tinggal rapat tingkat kabupaten,” bebernya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia