Jumat, 18 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Jelang Arus Mudik, Dishub Dirikan Pos Pengamanan di Gerbang Tol

15 Mei 2019, 20: 08: 38 WIB | editor : Perdana

NYAMAN: Pengguna Tol Trans Jawa, tepatnya di Segmen Solo-Salatiga dengan latar belakang Gunung Merbabu, kemarin. Dishub Boyolali berniat membuka posko di gerbang tol.

NYAMAN: Pengguna Tol Trans Jawa, tepatnya di Segmen Solo-Salatiga dengan latar belakang Gunung Merbabu, kemarin. Dishub Boyolali berniat membuka posko di gerbang tol. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Berbagai persiapan dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub Boyolali) demi kelancaran arus mudik dan balik Lebaran. Termasuk membangun empat buah pos pengamanan dan 1 pos pantau. Salah satu pos pengamanan didirikan di kawasan Gerbang Tol Mojosongo.

Kepala Dishub Boyolali Untung Rahardjo menjelaskan, peran pos pengaman sangat vital. Mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di jalan arteri Solo-Semarang yang melintasi kawasan Boyolali. Tak terkecuali di akses masuk Gerbang Tol Mojosongo yang terkenal rawan kemacetan.

”Saat ini jalan yang dibangun belum jadi. Sehingga jalurnya masih sempit sekali. Perlu didirikan pos pengamanan di area Gerbang Tol Mojosongo,” kata Untung kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (14/5).

Selain jalur menuju Gerbang Tol Mojosongo, pos pengamanan mudik Lebaran juga bakal dibangun di Pasar Ampel, Terminal Sunginggan, dan simpang tiga Bangak. Pos pengaman di Pasar Ampel ini untuk mengantisipasi pasar tumpah pada saat arus mudik nanti.

”Di simpang tiga Wika, jalur utama Solo-Semarang juga akan kami dirikan pos pantau. Sebab di sana diperkirakan bakal terjadi pertemuan arus kendaraan dari arah tol dan jalur alteri,” papar Untung.

Selain pos pengaman, papan petunjuk arah juga diperhatikan. Dipasang di sejumlah titik strategis. Agar pengguna jalan yang melintas di jalan arteri tidak bingung. Khususnya pemudik yang belum mengetahui medan di Kota Susu. Termasuk informasi jalur alternatif ke kota-kota lainnya. ”Terutama kendaraan dari arah tol, perlu diberikan informasi sebaik mungkin,” ujar Untung.

Mengantisipasi kemacetan di jalur arteri Solo-Semarang, dishub bakal memasang water barrier di tiap potongan median jalan. Supaya jalur tersebut tak dipotong penyebrang maupun pengendara yang mau belok atau berputar arah.

Pemasangan dilakukan di depan Pasar Tradisional Boyolali, dari Bundaran Tugu Jam hingga traffic light simpang empat Saiko. Sekitar 70-an unit water barrier dipasang untuk menyekat jalan agar tak dilalui pengendara.

”Kami juga akan memasangnya di sekitar Pasar Sunggingan dan Pasar Ampel. Karena water barrier kami terbatas, sebagian menggunakan kayu atau bambu,” tandas Untung. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia