Sabtu, 25 May 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Pemkab Boyolali Jamin Ketersediaan Gas Selama Ramadan

15 Mei 2019, 20: 11: 33 WIB | editor : Perdana

SANGAT MENCUKUPI: Persediaan elpiji bersubsidi 3 kg alias gas melon di sebuah pangkalan di Kabupaten Boyolali, kemarin. Tahun ini pasokan gas melon mencukupi untuk Lebaran.

SANGAT MENCUKUPI: Persediaan elpiji bersubsidi 3 kg alias gas melon di sebuah pangkalan di Kabupaten Boyolali, kemarin. Tahun ini pasokan gas melon mencukupi untuk Lebaran. (TRI WIDODO/RASO)

BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) menjamin ketersediaan gas elpiji 3 kilogram alias gas melon. Termasuk menghadapi momentum bulan puasa Ramadan dan Lebaran Karena stok yang disediakan PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV mencapai 11.187.000 tabung.

Kasi Distribusi Barang Kebutuhan Pokok dan Penting Disdagperin Boyolali Ida Widyaningsih menjelaskan, stok gas melon selama puasa hingga Lebaran dipastikan aman. Selain stok melimpah, juga ditunjang migrasi penggunan gas melon ke elpiji nonsubsidi.

Ida menyebut kuota gas melon untuk Kota Susu –julukan Kabupaten Boyolali– tahun ini meningkat dibanding sebelumnya. Pada 2018 lalu, kuota gas melon sebanyak 29.374 metric ton (MT). Tahun ini bertambah menjadi 33.562 MT. Jika dikonversikan dalam bentuk tabung, mencapai 11,1 juta tabung.

”Jumlahnya sangat banyak sekali untuk tahun ini. Sehingga dipastikan dapat mencukupi kebutuhan selama setahun. Termasuk untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat menghadapi bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri,” kata Ida kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (14/5).

Kebutuhan gas melon saat puasa dan Lebaran diprediksi meningkat drastis. Banyak masyarakat yang melakukan aktivitas memasak. Tak salah jika konsumsi gas melon ini mengalami lonjakan luar biasa.

Kendati demikian, PT Pertamina MOR IV juga koperatif menyalurkan gas melon melalui agen dan distributor yang ada di Boyolali. ”Di Boyolali ada 17 agen yang menyalurkan gas ke pangkalan-pangkalan. Setiap ada pangkalan yang stoknya habis, langsung dikirim,” beber Ida.

Sementara itu, Unit Manager Communication dan CSR PT Pertamina MOR IV Andar Titi Lestari, menambahkan, stok gas melon di Provinsi Jawa Tengah bakal ditambah. Penambahan sebanyak 8 persen. Upaya ini dilakukan untuk mencegah kelangkaan gas melon di tengah lonjakan permintaan.

Selain itu, PT Pertamina MOR IV juga akan menyiagakan tim satgas Ramadan dan Idul Fitri 1440 H. Tim bekerja mulai H-15 hingga H+15 Hari Raya Idul Fitri. Tim satgas ini bertugas selama 24 jam untuk memonitor ketersediaan gas elpiji. ”Ketersediaan BBM dan elpiji di seluruh Jawa tengah harus selalu ada,” tandas Andar. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia