Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Anak Penjual Mainan Yang Berhasil Mendapatkan Nilai Sepurna UNBK 2019

16 Mei 2019, 09: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Anak Penjual Mainan Yang Berhasil Mendapatkan Nilai Sepurna UNBK 2019

SOLO - Anandha Hafidh Rifai Kusnanto, pria kelahiran Sukoharjo 11 Oktober 2001 dikenal sebagai anak pendiam dan kutu buku yang bersekolah di SMA N 4 Surakarta ini, mendadak namanya terkenal setelah keberhasilannya mengikuti UNBK dengan nilai sempurna. Empat mata pelajaran dilibasnya dengan nilai 100 yakni mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Fisika, dan Bahasa Inggris.

Saat ditemui koran ini di sekolahnya, sosok yang pintar ini menceritakan respon dirinya dan sang ibu yang terkejut saat melihat nilai yang diraihnya sempurna. Ia mengaku tak pernah mengikuti bimbingan belajar (bimbel) karena tidak ingin membebani orangtuanya. Sejak ayahnya meninggal, semua kebutuhan bergantung pada ibunya, Supatmi.

"Awalnya yang penting nilainya bagus. Tapi, ternyata setelah melihat hasil nilainya, saya terkejut. Semua total nilainya 400," kata Hafidh ditemui di SMAN 4 Surakarta, Jalan Adisucipto Nomor 1 Manahan, Banjarsari, Solo,  Rabu (15/5/2019).  

Kunci sukses hafidh mendapatkan nilai sempurna tersebut ternya tidak susah. Hanya belajar sewajarnya saja. "Belajar secukupnya saja, sewajarnya saja." ujarnya. Sang ibu pun selalu mengingatkan dirinya untuk rajin belajar dan tidak meninggalkan sholat 5 waktu.

Ibu Hafidh selama ini hanya berjualan mainan anak-anak dengan pendapatan yang tidak menentu. Hafidh sendiri masih memiliki tiga adik. Untuk menunjang belajar, Hafidh hanya mengandalkan buku-buku pelajaran dari sekolah dan latihan soal-soal. "Ibu tidak banyak uang. Takut repotin ibu. Jadi, banyak latihan soal saja di rumah sama belajar buku dari sekolah. Itu saya lakukan rutin setiap hari," kata remaja yang berhasil menyabet medali perak dalam Olimpiade Astronomi tingkat nasional di Riau pada 2017 itu.

Pria yang mengidolakan mantan Presiden ke 3, B.J Habibie tersebut, bercita-cita ingin menjadi engginer. Karena menurutnya, dirinya prihatin dengan kondisi indonesia yang energinya masih banyak di batu baru, ia ingin mengembangkan energi yang terbarukan. Saat ini Hafidh sudah diterima kuliah di Jurusan Teknik Elektro UGM (Universitas Gadjah Mada) Yogyakarta. 

Sementara itu, Waka Bidang Kesiswaan SMAN 4 Surakarta Nanang Inwanto menilai,anak didiknya tersebut dikenal sederhana, jujur dan apa adanya sehingga teman-temannya tidak menyangka Hafidh memperoleh nilai UNBK sempurna. "Anaknya low profile. Jadi, tidak menyangka anak yang luar biasa. Tidak ada orang yang melihat. Penampilannya kelihatan biasa sekali," katanya. (isw)

(rs/isw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia