Selasa, 18 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Kepala Desa Harus Mengayomi dan Melayani Masyarakat

16 Mei 2019, 16: 36: 33 WIB | editor : Perdana

RESMI : Bupati Klaten Sri Mulyani melantik 268 kepala desa terpilih

RESMI : Bupati Klaten Sri Mulyani melantik 268 kepala desa terpilih

Share this      

KLATEN - Terdapat 268 kepala desa terpilih hasil pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak akhirnya resmi dilantik Bupati Klaten Sri Mulyani. Pelantikan yang dipusatkan di Pendapa Pemkab Klaten itu berlangsung meriah. Momentum bulan ramadan yang penuh berkah pun dimanfaatkan Mulyani untuk melantik sekaligus menyampaikan amanah rakyat kepada kepala desa terpilih.

“Membuat rakyat bahagia adalah tugas seorang pemimipin. Saya minta kepada seluruh kepala desa bisa kompak bekerja sama dengan masyarakat dan juga pemerintah. Jangan pernah meninggalkan rakyat untuk diajak rembugan. Ngajeni wong cilik, ing kono urip bakal kajen,” jelas Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutannya seusai melantik, Kamis (16/5).

Lebih lanjut, Mulyani mengungkapkan, menjadi sosong agung masyarakat itu tidak mudah tetapi harus dilaksanakan dengan adil. Diharapkan para kepala desa terpilih bisa mengayomi dan melindungi seluruh rakyat. Bukan hanya menjadi bapak sebagaian orang lalu kehilangan sifat adil terhadap kelompok lain.

Pesan yang disampaiakan Mulyani itu disimbolkan melalui pemberian payung hias asal Kecamatan Juwiring yang diberikan kepada kepala desa terpilih. Melalui simbol payung itu pula agar seluruh kepala desa benar-benar menjunung tinggi sifat amanah, jujur dan adil. Mampu sebagai songsong agung bagi masyarakat.

“Sebagai aparatur desa maka para kepala desa dan perangkatan harus siap berbaur dan memasyarakat. Ada pitutu luhur para sepuh jaman dahulu untuk bisa diamalkan. Sebagai aparatur negara maka kita harus memiliki sifat rumekso, rumasuk, rumesep lan rumongso. Sebagaimana pelajaran para leluhur kita dulu,” jelas Mulyani.

Lebih lanjut, Mulyani menegaskan sifat rumekso yakni aparatur desa wajib merawat keutuhan Bangka dan kerukunan warga yang terpelihara dalam berbagai aktivitas. Mulai dari gotong-royong, musyawarah hingga senang kerja bakti. Hal itu sebagai tata nilai warisan leluhur yang perlu dijaga dan dilestarikan.

Sedangkan sifat rumasuk adalah aparatur desa yang memiliki sifat lembah amanah, andap asor, grapyak semanak, sumadulur. Diharapkan mampu hadir di tengah masyarakat dengan menularkan perilaku ajur ajer menyatu. Termasuk dengan membaur dengan aktivitas masyarakat.

“Sifat rumesep yakni mampu menghadirkan layanan yang paripurna sehingga membuat warga yang dilayani menjadi bahagia. Sedangkan sifat rumongso bahwa sebagai pemimpinan wajib menghadirkan nilai-nilai keteladanan dan kecontohan yang baik dalam masyarakat. Mulai dari sikap hingga tutur kata sehingga tumbuh kepercayaan masyarakat kepada pemerintah desa,” jelasnya.

Mulyani berpesan agar semangat gotong-royong dan kebersamaan harus tetap terjaga. Pihaknya berdoa agar kepala desa terpilih diberikan bimbingan dalam jalan kebenaran. Selalu diberikan kekuatan menjalankan amanah dan kesuksesan dalam mengantar rakyat menuju kemakmuran dan kesejahteraan.

Sementara itu, Kepala Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Mujahid Jaryanto siap untuk mengemban tugas barunya. Pihaknya siap untuk mengantarkan warganya pada kemakmuran dengan memanfaatkan potensi yang ada di daerahnya.

“Tentunya kita terus tingkat pariwisata kita mulai dari Umbul Manten, Kampung Dolanan hingga Umbul Siblarak. Kita gayengkan potensi pariwisata kita sehingga berkembang melebihi desa-desa lainnya,” jelasnya. (ren)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia