Minggu, 16 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Pendidikan

5 Pelajar SMA/SMK Mengundurkan Diri

16 Mei 2019, 16: 41: 21 WIB | editor : Perdana

DIAMANKAN: Jajaran dari Polsek Karangpandan saat melakukan pembinaan kepada sejumlah pelajar yang sedang merayakan kelulusan. 

DIAMANKAN: Jajaran dari Polsek Karangpandan saat melakukan pembinaan kepada sejumlah pelajar yang sedang merayakan kelulusan.  (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Tiga pelajar SMA baik negeri maupun swasta di Kabupaten Karanganyar diketahui tidak lulus dalam pelaksanan ujian nasional yang digelar pada awal tahun 2019 lalu.

Staff Administrasi SMA Cabang Dinas VI Jawa Tengah, Lilik Lestari mengungkapkan, dari data yang ia terima dari masing-masing SMA usai pelaksanaan ujian, ada tiga pelajar diketahui tak lulus. Hal ini lantaran sebelumnya mereka memutuskan mengundurkan diri dari sekolahnya.

“Untuk yang SMA ada 3 orang, yang berasal dari SMA Muhammadiyah Gondangrejo, SMA N Colomadu, dan MA Miftahul Ulum,” terang Lilik.

Ditanya terkait dengan SMK, Lilik mengaku sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan rekapan tersebut. Lantaran penyampaian terhadap hasil dari ujian nasional di masing-masing sekolah sampai dengan tanggal 15 Mei.

Di sisi lain Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Karanganyar Wahyu Widodo mengungkapkan, dari 6.300 peserta didik SMK, diketahui semuanya lulus dalam menjalani ujian nasional. Meskipun ada sekitar enam orang yang sebelumnya melakukan ujian susulan.

“Yang ikut ujian semua lulus, beda dengan yang mengudurkan diri. Kalau itu (mengundurkan diri-red) ada dua orang, ada juga yang meningal. Pastinya berapa, saya belum bisa laporkan. Karena saat ini saya masih di luar kota,” kata Wahyu.

Sementara itu Kepala Cabang Dinas VI Jawa Tengah, Suyanta mengaku, data kelulusan pelajar baik SMK/SMA memang belum semuanya selesai. Hal ini lantaran, pihak dari dinas sendiri masih fokus terhadap situasi perayaan kelulusan, atau euforia pelajar dalam merayakan kelulusan.

“Kemarin fokus kita adalah proses perayana kelulusan. Jangan sampai kejadian bentrok yang terjadi di beberapa wilayah di tahun sebelumnya, terjadi di Karanganyar,” kata Suyanta. (rud/nik)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia