Kamis, 20 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Mudik, Waspadai Penyebaran Cacar Monyet

16 Mei 2019, 16: 55: 58 WIB | editor : Perdana

SIAGA 24 JAM: Ruang IGD RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri siap berikan layanan terbaik.

SIAGA 24 JAM: Ruang IGD RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri siap berikan layanan terbaik. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Mudik identik dengan mobilisasi massa. Kondisi tersebut dapat memicu penyebaran dan penularan penyakit. Kali ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri mewaspadai virus cacar monyet.

Kepala Dinkes Wonogiri Adhi Dharma mengatakan, walaupun belum ada imbauan resmi dari Kementerian Kesehatan, pihaknya tetap melakukan upaya antisipasi. 

"Virus cacar monyet tengah merebak, tapi belum sampai ke Indonesia. Tapi, perlu diwaspadai," tandasnya, Rabu (15/5). 

Dijelaskan Adhi Dharma, cacar monyet bisa menular ketika individu bersinggungan langsung dengan binatang, khususnya binatang pengerat. “Tidak harus monyet. Tapi binatang pengerat, seperti tikus, hamster. Hindari kontak langsung dengan binatang pengerat," tegas dia. 

Gejala penyakit ini hampir sama dengan cacar air. Yaitu panas di permukaan kulit lalu kulit melepuh seperti cacar air. Dampak yang ditimbulkan tergantung daya tahan tubuh pasien. “Biasanya bisa sembuh sendiri sekitar 14 sampai 21 hari,” ungkap kepala dinkes. 

Penyebaran penyakit lain yang diwaspadai dinkes yakni demam berdarah, infeksi saluran pernapasan akut, leptospirosis, HIV-AIDS, dan TBC. Dinkes bakal menyiagakan dokter dan perawat di seluruh puskesmas dan rawat inap. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia