Sabtu, 25 May 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Proyek Jembatan Mangkrak Akibat Korupsi

16 Mei 2019, 17: 04: 46 WIB | editor : Perdana

MUBAZIR: Pembangunan Jembatan Semanding terhenti dampak kasus korupsi APBDes Tremes.

MUBAZIR: Pembangunan Jembatan Semanding terhenti dampak kasus korupsi APBDes Tremes. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

WONOGIRI – Pembangunan Jembatan Semanding di Desa Tremes, Kecamatan Sidoharjo terhenti. Kondisi tersebut akibat kasus dugaan korupsi APBDes Tremes yang menyeret kepala desa nonaktif Agus Juair sebagai terdakwa.

Kini, warga terpaksa membuat jembatan darurat dari bambu agar jembatan bisa dilintasi kendaraan. Kasi Pemerintahan Desa Tremes Arif Gunawan mengatakan, warga secara swadaya membuat jembatan anyaman bambu di sayap Jembatan Semanding.

Menurut Arif, badan jembatan sudah rampung dibangun dan menyisakan pengurukan bagian sayap. "Saya juga tidak tahu kenapa jembatan itu dibangun. Jembatan itu hanya menghubungkan empat KK (kepala keluarga, Red)," terang dia. 

Pada APBDes 2019, pemerintah desa setempat tidak mengalokasikan anggaran pembangunan jembatan. Sebab, perkara dugaan korupsi yang menjerat Agus Juair belum berkekuatan hukum tetap.

Diberitakan sebelumnya, Kasi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri Ismu Armanda Suryono menerangkan, pada sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang dengan agenda pembacaan tuntutan, Agus Juair tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara berlanjut sebagaimana diatur dan diancama pidana dalam pasal 2 ayat (1) jo. pasal 18 Undang-Undang Nomor 31/1999tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20/2001tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP pada dakwaan primair.

Namun, jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan terdakwa Agus Juair terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara berlanjut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 3 jo. pasal 18 Undang-Undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat 1 KUHP pada dakwaan sekunder. 

Terdakwa dituntut empat tahun potong masa tahanan. Agus Juair juga dikenakan pidana denda senilai Rp 50 juta subsider enam bulan penjara. Juga membebankan uang pengganti Rp 423 juta dengan ketentuan jika terdakwa tidak membayar paling lama satu bulan, maka harta bendanya dapat disita oleh kejaksaan. (kwl/wa

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia