Sabtu, 25 May 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Satu Pasien DBD Meninggal

16 Mei 2019, 17: 09: 19 WIB | editor : Perdana

BASMI NYAMUK DEWASA: Fogging di Mapolsek Gatak belum lama ini.

BASMI NYAMUK DEWASA: Fogging di Mapolsek Gatak belum lama ini. (RYANTONO P.S./RADAR SOLO)

SUKOHARJO – Demam berdarah dengue (DBD) di Kota Makmur mencapai 129 kasus. Dari jumlah tersebut, satu pasien meninggal dunia.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan, memasuki Mei, ada peningkatan kasus DBD dibandingkan awal 2019. Ratusan kasus tersebut menyebar di 12 kecamatan. Pasien yang meninggal yakni dari Kecamatan Sukoharjo Kota. Di kecamatan ini juga ditemukan 24 kasus. 

DKK berusaha menekan kasus ini dengan melibatkan camat dan puskesmas untuk mengoptimalkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik).

Penyelidikan epidemiologi juga dilakukan bersama puskesmas. "Masyarakat diminta segera melapor ke puskesmas bila ada kasus DBD," pesan Yunia. 

Imbauan lainnya, untuk proses pengobatan pasien DBD, warga tidak melakukan shopping dokter. Artinya, bila sudah berobat di satu rumah sakit, usahakan dirawat hingga sembuh. Sebab, bila berganti-ganti dokter dikhawatirkan diagnose berbeda. Sebagai langkah pencegahan DBD, masyarakat ditekankan menjaga kebersihan lingkungan. (yan/wa)

Jumlah Kasus DBD

2016

• 526 kasus 

• 13 pasien meninggal dunia

 2017

• 115 kasus

• 2 pasien meninggal dunia

2018

• 33 kasus

• Nihil pasien meninggal dunia

SUMBER: DKK SUKOHARJO

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia