Senin, 14 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Hari Ini Pelantikan Cakades Terpilih di Klaten

16 Mei 2019, 17: 53: 26 WIB | editor : Perdana

READY: Gladi resik pelantikan cakades di Pendapa Pemkab Klaten.

READY: Gladi resik pelantikan cakades di Pendapa Pemkab Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Pada 2017 lalu, seorang calon kepala desa (cakades) terpilih tidak menghadiri pelantikan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten. Alasannya minder dan pilih menghilang beberapa hari di luar kota. Nah, tahun ini sanksi tegas bakal diterapkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Klaten. Cakades yang tidak hadir dalam pelantikan hari ini, dianggap mengundurkan diri.

Aturan tersebut ditegaskan dalam Peraturan Bupati (Perbup) No. 41 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pemilihan dan Pemberhentian Kepala Desa. Aturan ini sudah disosialisasikan kepada seluruh cakades terpilih. Artinya, seluruh cakades terpilih dalam pemilihan kades (pilkades) serentak, Maret lalu sudah mengerti konsekuensinya.

”Sebelumnya memang ada toleransi, ketika ada yang tidak hadir, bisa dilantik di waktu yang berbeda. Tetapi aturan yang baru ini tidak ada toleransi sama sekali. Cakades terpilih wajib menghadiri pelantikan,” tegas Kasi Penataan Kelembagaan Desa Bidang Penataan dan Administrasi Desa Dispermasdes Klaten Agung Kristantana kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (15/5).

Bagi cakades yang tidak menghadiri pelantikan di Pendapa Pemkab Klaten hari ini, wajib memberikan keterangan yang jelas. Contohnya ada surat dokter jika yang bersangkutan sakit. Cakades terpilih yang tidak hadir di pelantikan tanpa alasan jelas, dinyatakan gugur. Seperti ditegaskan dalam Pasal 107 ayat (1) Perbup No. 41 Tahun 2018. Bupati lantas mengangkat penjabat (Pj) kepala desa dari lingkungan pegawai negeri sipil (PNS). Sesuai usulan tertulis dari camat setempat.

”Sampai saat ini kami belum menerima surat izin dari cakades terpilih. Kalau aturan ini sudah diberlakukan sejak 2017, cakades terpilih dari Nanggulan, Kecamatan Cawas yang dulu menghilang bisa gugur. Kebetulan aturan itu baru diberlakukan pada periode pelantikan serentak tahun ini,” tandas Agung.

Camat Cawas Sofan telah mengantisipasi agar para cakades terpilih dari wilayahnya bisa hadir. ”Total ada 13 cakades terpilih dari Kecamatan Cawas. Kecamatan Cawas memang mendapatkan catatan agar peristiwa 2017 lalu tidak terulang.  Saya tekankan kepada para cakades terpilih untuk hadir semuanya,” ujarnya.

Jelang pelantikan, Sofan mengimbau kepada cakades terpilih untuk tidak melakukan perjalanan ke luar daerah. Bahkan ketika ada yang hendak bepergian jauh, harus izin ke camat. Hal ini dilakukan agar pihak kecamatan mengetahui posisi cakades terpilih tersebut. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia