Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

THR Dipersulit, Lapor Posko Pengaduan

17 Mei 2019, 10: 55: 59 WIB | editor : Perdana

KONVOI: Buruh sampaikan aspirasi dengan turun ke jalan.

KONVOI: Buruh sampaikan aspirasi dengan turun ke jalan. (RYANTONO P.S./RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Menjelang Idul Fitri, yang ditunggu-tunggu adalah pencairan tunjangan hari raya (THR). Mengantisipasi munculnya masalah, Serikat Pekerja Republik Indonesia (SPRI) melakukan pemantuan dan membuka posko pengaduan.

Ketua SPRI Sukoharjo Sukarno mengatakan, soal pencairan THR bakal ada rapat antara serikat pekerja, pengusaha, dan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo. Materi yang akan dibahas yakni kesiapan pengusaha melaksanakan kewajiban membayar THR.

"Karyawan yang belum genap setahun bekerja juga bisa mendapatkan THR sesuai kemampuan perusahaan," terangnya, Kamis (16/5).

Pada Lebaran sebelumnya, seluruh perusahaan di Sukoharjo terpantau tertib memberikan THR. Hanya saja, yang menjadi sorotan adalah keterlambatan pencairan. SPRI berharap kasus serupa tidak kembali terjadi. Sebab, THR adalah hak karyawan. 

Ditambahkan Sukarno, THR paling lambat diberikan kepada karyawan satu pekan sebelum Idul Fitri. Namun, tahun lalu, SPRI menemukan sejumlah perusahaan baru melunasi THR pada tiga atau dua hari sebelum hari raya.

“Perusahaan besar sudah patuh. Permasalahannya justru ada pada bidang usaha kecil dengan beberapa karyawan saja. Misalnya toko, rumah makan, atau jenis usaha jasa,” ungkap dia. 

Karyawan yang merasa haknya mendapatkan THR dipersulit, bisa segera melapor ke posko pengaduan agar secepatnya ditindaklanjuti. (yan/wa)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia