Rabu, 19 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Kurang Ruangan, Rapat Puskesmas Bareng Antrean Pasien

17 Mei 2019, 15: 44: 07 WIB | editor : Perdana

UJUNG TOMBAK: Kualitas pelayanan puskesmas harus didukung sarana prasarana memadai.

UJUNG TOMBAK: Kualitas pelayanan puskesmas harus didukung sarana prasarana memadai. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Tahun ini pemkab bakal merevitalisasi lima unit puskesmas. Pembangunan disesuaikan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 75/2014 tentang Puskesmas. Saat ini sejumlah puskesmas kekurangan ruangan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri Adhi Dharma mengatakan, puskesmas yang segera direhab yakni Puskesmas Nguntoronadi 1, Nguntoronadi 2, Baturetno 2, Giriwoyo 1 dan Jatiroto. Ditambah satu puskesmas pembantu Desa Krandengan, Kecamatan Bulukerto. 

“Rehab dan pembangunan puskesmas serta puskesmas pembantu masih dalam proses di layanan pengadaan secara elektronik untuk segera lelang. Anggaran pembangunan dari APBD Wonogiri 2019," terangnya Kamis (16/5).

Revitalisasi tersebut mencakup penambahan fasilitas ruangan sesuai standar Permenkes Nomor 75/2014tentang Puskesmas. Seperti, ruang aula atau ruang pertemuan baik untuk rapat, pembinaan kesehatan masyarakat, dan sebagainya.

Camat Nguntoronadi Sriyono mengakui kondisi bangunan Puskesmas 1 Nguntoronadi masih layak. Hanya saja kekurangan ruangan, sehingga menyulitkan ketika menggelar rapat.

"Puskesmas 1 itu kalau rapat masih jadi satu dengan pasien antre. Pasien antre ikut rapat," ucap dia. Selain itu, puskesmas belum dilengkapi dengan ruang laktasi. Akibatnya, ibu-ibu menyusui masih bercampur dengan pasien lain. 

"Harapannya (revitalisasi, Red) bisa direlaisasi 2019 ini supaya pelayanan kesehatan semakin nyaman," kata dia. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia