Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Pengendara Bandel Perbesar Potensi Laka

17 Mei 2019, 15: 51: 47 WIB | editor : Perdana

TAK PATUH: Pemotor nekat berputar arah di lokasi terlarang kawasan overpass Manahan kemarin (16/5).

TAK PATUH: Pemotor nekat berputar arah di lokasi terlarang kawasan overpass Manahan kemarin (16/5). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Sejak diresmikan akhir tahun lalu, overpass Manahan cukup bisa diandalkan mengurai kemacetan di Jalan Adi Sucipto dan Jalan Dr. Moewardi. Namun, masalah yang belum tertuntaskan adalah pengendara nekat putar arah di ujung water barrier. Padahal sudah ada rambu larangan putar arah.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo di Jalan Adi Sucipto, masih banyak pengendara motor maupun mobil dari arah selatan menuju barat berputar arah di kawasan itu. Ada juga yang putari balik di depan Plaza Manahan.

Pengendara yang memutar arah mayoritas menuju Jalan M.T. Haryono. Padahal, arus lalu lintas dari arah barat cukup padat dan melaku kencang, sehingga pelanggaran putar arah dapat memicu kecelakaan. 

Kondisi serupa terlihat di Jalan Dr. Moewardi. Dampaknya, arus lalu lintas tersendat. Ditambah kendaraan roda empat parkir di sisi timur jalan. 

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta Ari Wibowo mengatakan, telah melakukan sosialisasi rambu larangan putar arah itu. Untuk penindakan pelanggaran, diserahkan kepada Satlantas Polresta Surakarta.

“Pengendara dari arah selatan silakan berputar melewati Jalan K.S. Tubun atau simpang empat Mapolresta Surakarta ke arah utara, bukan berputar arah,” tegas dia.

Kasat lantas Polresta Surakarta Kompol Busroni menerangkan, pelanggaran terjadi ketika tidak ada petugas. Ketika ada polisi lalu lintas, pengendara terlihat tertib. 

“Tetap kami lakukan penindakan. Saat ini tahapannya teguran dan imbuan dahulu. Kami akan paksa (untuk tertib, Red) dengan pemasangan barikade hingga simpang terdekat,” tegasnya.

Ditambahkan Busroni, pelanggaran rambu dilarang putar arah tidak sampai menimbulkan parah. Namun, dapat menimbulkan efek kebiasaan, sehingga harus segera diberi tindakan. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia