Minggu, 16 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Kepala DJP Jateng II: Ngakunya UMKM, Omsetnya Milyaran

17 Mei 2019, 16: 19: 53 WIB | editor : Perdana

SOSIALISASI: Kepala DJP Jateng II Rida Handanu saat memberikan pengarahan kepada sejumlah pegawai KPP Pratama Karanganyar. 

SOSIALISASI: Kepala DJP Jateng II Rida Handanu saat memberikan pengarahan kepada sejumlah pegawai KPP Pratama Karanganyar.  (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah II, Rida Handanu mencatat di beberapa wilayah, masih banyak transaksi ilegal yang dilakukan oleh para wajib pajak. Terutama pemilik usaha yang mempunyai omset hingga milyaran rupiah.

“Jawa Tengah ini masih banyak wajib pajak yang belum membayar pajak, atau belum melaporkan transaksi terhadap usaha mereka. Padahal omset mereka (pemilik perusahaan-red) mencapai milyaran rupiah,” terang Rida kepada Jawa Pos Radar Solo.

Rida mengungkapkan, hal tersebut diketahui, setelah pihak dari Kanwil II melakukan pengecekan terhadap sistem transaksi yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan di Jateng. Di mana sampai dengan saat ini, perusahaan-perusahaan yang masih mengaku masih sebatas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Ngakunya UMKM, tapi omsetnya sampai milyaran. Padahal batas maksimal untuk omset untuk UMKM itu ada Rp 4,8 miliar, lebih dari itu harusnya sudah wajib pajak. Tapi kenyataannya, wajib pajak tersebut belum mempunyai NPWP,” terang Rida. 

Sementara itu Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Karanganyar, Gunung Herminto Siswantoro mengatakan rutin melakukan sosialisasi untuk memberi pencerahan bagi mereka yang memang wajib membayar pajak. Sosialisasi dipusatkan kepada sejumlah UMKM dan beberapa perusahaan di Bumi Intanpari untuk  membuat NPWP, serta melaporkan wajib pajak. (rud/nik)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia