Jumat, 06 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Sektor PBB Terima Rp 10,8 Miliar dalam 11 Hari

18 Mei 2019, 16: 45: 11 WIB | editor : Perdana

LAMPAUI TARGET: Proses pembayaran pajak di kantor BPPKAD Sragen.

LAMPAUI TARGET: Proses pembayaran pajak di kantor BPPKAD Sragen. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Angka pemasukan dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kabupaten Sragen merangkak naik. Kenaikan ini terbilang sangat pesat, setelah dilakukan pemutihan denda pajak. Saat ini target pemasukan sudah hampir 50 persen.

Berdasarkan data yang dihimpun, dari 6-17 Mei sejak dilaksanakan program pemutihan pajak, sudah ada Rp 1,5 miliar dari hasil pemasukan sektor PBB. Sehingga saat ini sudah ada Rp 10,8 miliar atau sekitar 45,05 persen dari target Rp 24 miliar dari PBB. Pemutihan denda pajak hanya berlaku sampai akhir bulan Mei dalam momentum hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Sragen.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sragen, Dwiyanto menyampaikan program  pemutihan pajak ini cukup efektif. Pendapatan sudah mencapai 45 persen dari target yang ditetapkan. Kondisi ini jadi langkah bagus bagi warga yang menunggak pajak.

”Berpengaruh pada realisasi PBB juga. Sampai saat ini sudah hampir 50 persen. Selain itu ada peran dari kinerja petugas pajak juga,” bebernya, Jumat (17/5).

Pihaknya mengimbau warga yang punya tunggakan PBB untuk segera membayar. Mengingat bulan ini ada keringanan pemutihan denda. 

”Segera dilunasi saja untuk saat ini, mengingat waktu hanya sampai akhir bulan ini,”  jelasnya.

Kepala BPPKAD ini menjelaskan untuk mempermudah pembayaran pajak, pihaknya membuka ruang sefleksibel mungkin. Masyarakat bisa menyetorkan pembayaran lewat Bank Jateng, melalui internet banking, lalu melalui petugas pemungut dengan ID Billing di desa, ataupun pada mobil keliling yang sudah disiapkan Bank Jateng maupun milik BPPKAD.

”Mobil keliling kami jemput bola di desa-desa dan efektif. Di dalamnya ada petugas bank. Jadi masuk langsung ke bank,” terangnya. 

Dia menyampaikan pada saat ini secara otomatis nilai tunggakan pajak diputihkan. Sehingga diharapkan masyarakat yang enggan karena tahun sebelumnya masih punya tunggakan bisa diselesaikan. Selain itu pihaknya menjelaskan program ini belum tentu ada setiap tahunnya, sehingga jangan sampai disia-siakan. (din/nik)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia