Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Features

Usulan Pawiyatan Pambiwara Jadi Akademi Baru Sekadar Cita-Cita

19 Mei 2019, 00: 07: 10 WIB | editor : Perdana

Usulan Pawiyatan Pambiwara Jadi Akademi Baru Sekadar Cita-Cita

Pihak Keraton Kasunanan Surakarta sempat mengusulkan pawiyatan pambiwara dikukuhkan menjadi akademi. Namun, sudah sepuluh tahun berlalu, usulan tersebut tak kunjung terwujud. 

Ketua Yayasan Kebudayaan Keraton Kasunanan Surakarta GKR Wandansari Koes Moertiyah mengatakan, dibentukanya pawiyatan pambiwara merupakan upaya Paku Buwono (X) memberikan pendidikan kepada masyarakat, khususnya bahasa Jawa yang baik dan benar.

“Cita-cita itu kemudian diteruskan PB XII dengan mengizinkan pembelajaran di kompleks keraton,” katanya. Kemudian pada 1993, Yayasan Pawiyatan Keraton Kasunanan Surakarta lahir dan berbadan hukum sebagai lembaga yang sah mengeluarkan sertifikat.

Upaya lainnya, PB X membuka SD Pamardi Putri pada 1927 agar seluruh kalangan dapat mengenyam pendidikan. Termasuk putra putri para abdi dalem. “Kemunculan kampus ISI (Institut Seni Indonesia) Solo cikal bakalnya dari Sasana Mulya. Semua atas izin sinuhun untuk mempelajari seni karawitan, seni tari, seni pedalangan, dan lainnya,” ujar perempuan yang akrab disapa Gusti Moeng.

Mengingat fasilitas pendidikan yang dirintis keraton terus berkemang, pawiyatan pambiwara diusulkan menjadi akademi agar kualitas pembelajaran lebih optimal. Sayangnya, keterbatasan lahan dan rumitnya persiapan menjadi alasan cita-cita itu belum terwujud.

“Hari ini kan banyak kebudayaan keraton yang hilang. Makanya perlu sekolah tinggi kebudayaan. Dari sini ada kemungkinan budaya asli keraton yang hilang bisa dimunculkan kembali,” urainya. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia