Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Tim Gabungan Intensifkan Razia, Pelototi Makanan Minuman Kedaluarsa

20 Mei 2019, 13: 57: 11 WIB | editor : Perdana

INTENSIF: Jajaran Polres Boyolali merazia peredaran miras di toko kelontong.

INTENSIF: Jajaran Polres Boyolali merazia peredaran miras di toko kelontong. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Jelang Lebaran, banyak beredar makanan dan minuman (mamin) kedaluarsa di sejumlah daerah di eks Karesidenan Surakarta. Mengantisipasi beredarnya mamin kedaluarsa, tim gabungan bakal rutin menggelar razia dalam waktu dekat ini. Tim gabungan terdiri dari  dinas ketahanan pangan, dinas kesehatan, dinas perdagangan dan perindustrian, TNI, Polri, serta Satpol PP Boyolali.

Selain mamin kedaluarsa, juga getol memberantas penyakit masyarakat (pekat) melalui razia minuman keras (miras) di bulan Ramadan ini. Razia tim gabungan menyasar sejumlah lokasi. Di antaranya pasar tradisional, toko kelontong, toko modern, dan pasar swalayan. Apabila ditemukan mamin ilegal dan kedaluarsa, segera ditindak lanjuti oleh tim.  Seperti diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Boyolali Bambang Purwadi.

”Fokus razia pada makanan dan minuman kedaluarsa. Kami akan memastikan makanan dan minuman yang dibeli oleh masyarakat benar-benar aman dan sehat,” kata Bambang kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (19/5).

Apabila ditemukan produk mamin kedaluarsa atau membahayakan, tim akan segera menyitanya untuk dilakukan pemusnahaan. Sementara kepada pedagang mamin, belum diberi tindakan. Pedagang hanya sebatas ditegur dan diimbau untuk tidak melakukan perbuatan serupa.

Selanjutnya, para pedagang wajib menandatangani dan membuat surat pernyataan untuk tidak menjual mamin kedaluarsa. Jika nanti kembali tertangkap dan terbukti menjualnya, baru akan dilakukan penindakan sesuai hukum yang berlaku. ”Razia ini merupakan upaya untuk melindungi masyarakat sebagai konsumen,” tegas Bambang.

Bambang menambahkan, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas. Meneliti terlebih dahulu terkait komposisi yang terkandung di dalamnya mamin yang akan dibeli. Berikut juga memperhatikan tanggal kedaluarsanya. ”Masyarakat harus lebih hati-hati dan teliti sebelum membeli,” ujarnya.

Wartinah, 43, pedagang aneka kue dan minuman kemasan di Pasar Boyolali mengaku tak keberatan dengan razia yang dilakukan petugas. Menurutnya, razia ini merupakan upaya untuk melindungi pedagang dan konsumen. ”Sekaligus untuk menjaga kepercayaan pelanggan. Kalau sudah dicek petugas, otomatis pembeli yakin dan tenang dengan produk-produk yang kami jual,” bebernya.

Dia memastikan seluruh barang dagangan yang dijualnya tidak kedaluarsa. Bahkan masa kedaluarsanya masih cukup lama. ”Produk makanan saya, kecuali aneka roti basah tanggal kedaluarsanya sampai tahun depan. Semua stok saya aman,” imbuhnya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia