Rabu, 20 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Blangko Langka, Suket Jadi Pengganti

21 Mei 2019, 15: 10: 59 WIB | editor : Perdana

SABAR MENANTI: Antrean pemohon pembuatan e-KTP yang diajukan masyarakat di Sragen.

SABAR MENANTI: Antrean pemohon pembuatan e-KTP yang diajukan masyarakat di Sragen. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Pemohon pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), sementara ini harus bersabar jika tidak kebagian. Pasalnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sragen menyampaikan persediaan blangko secara nasional saat ini menipis. Namun pemohon masih dilayani dengan diberikan surat keterangan (Suket) sebagai pengganti KTP.

Kepala Dispendukcapil Sragen Wahyu Lwiyanto menyampaikan bahwa pihaknya belum lama ini menggelar rapat koordinasi dengan Direktorat Jenderal (Dirjen) Kependudukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yang mengaku secara nasional kebutuhan blangko memang menipis. Walau begitu Sragen pada Kamis (16/5) lalu, masih sempat membawa 1.000 keping blangko.  

Wahyu menyampaikan banyak KTP yang diterbitkan pada 2012, yang memiliki tulisan masa berlaku lima tahun, tetapi masa berlakunya tetap seumur hidup. Situasi ini membuat banyak masyarakat yang melakukan pergantian, karena kondisi KTP yang sudah rusak dan adanya pergantian status. 

”Padahal sebenarnya pusat sudah mencetak 40 juta keping blangko KTP untuk seluruh Indonesia, tetapi masih kurang saat ini,” terangnya

Selain itu, faktor lainnya yang terjadi di lapangan adalah adanya pemekaran wilayah. Yang otomatis membuat alamat bisa berganti, sehingga banyak masyarakat memutuskan untuk kembali membuat e-KTP baru untuk pengganti kartu lamanya.

”Bila ada suatu kecamatan baru, maka otomatis KTP milik warga kecamatan baru juga harus berganti semua,” terangnya. (din)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia