Rabu, 19 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Harga Telur Anjlok, Bawang Putih Mahal

21 Mei 2019, 14: 05: 59 WIB | editor : Perdana

RUTIN KONTROL: Tim pengendali inflasi daerah mengecek harga dan ketersediaan bahan pangan di pasar tradisional.

RUTIN KONTROL: Tim pengendali inflasi daerah mengecek harga dan ketersediaan bahan pangan di pasar tradisional. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Hingga pertengahan Ramadan, harga kebutuhan pokok di Wonogiri masih cukup stabil. Hanya saja, pada Maret lalu sempat mengalami inflasi sebesar 0,29 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 130,31.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, UMKM Perindustrian dan Perdagangan Wahyu Widayati menjelaskan, harga kebutuhan pokok seperti beras, gula, daging sapi dan daging ayam masih stabil. Begitu pula harga minyak goreng, tepung, jagung, dan kacang-kacangan.

"Beras premium masih Rp 11.500 per kilogram, medium Rp 10.000, gula Rp 13.000, daging sapi Rp 115.000 dan daging ayam ras sekitar Rp 35.000," ujarnya, Senin (20/5).

Sedangkan telur ayam dan cabai justru mengalami penurunan. Ini dipicu stok di tingkat produsen cukup melimpah. Harga telur ayam dari Rp 22.000 per kilogram menjadi Rp 21.500. Cabai merah besar dari Rp 30.000 menjadi Rp 25.000, cabai merah keriting dari Rp 20.000 menjadi Rp 18.000. Untuk cabai rawit merah dan hijau tetap di Rp 15.000 dan Rp 10.000 per kilogram.

Kenaikan harga terjadi pada bawang putih jenis kating dan sin chung. Masing-masing Rp 1.000 per kilogram. "Bawang putih kating dari Rp 31.000 menjadi Rp 32.000. Bawang putih sin chung dari Rp 27.000 menjadi Rp 28.000," kata Wahyu.

Sementara itu, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Wonogiri, pada Maret lalu terjadi inflasi sebesar 0,29 persen dengan IHK sebesar 130,31. Dilihat menurut kelompok pengeluaran, inflasi terjadi pada hampir semua kelompok pengeluaran, kecuali kelompok pengeluaran transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

Kelompok pengeluaran bahan makanan menjadi pemicu utama inflasi yakni sebesar 0,21 persen. Termasuk kenaikan harga komoditas pepaya, bawang merah, bawang putih, beras, dan gula pasir.

Inflasi Year on Year (YoY) Maret 2019 terhadap Maret 2018 mencapai 1,72 persen. Yang berarti selama kurun waktu satu tahun terjadi kenaikan harga barang sebesar 1,72 persen. (kwl/wa

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia