Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Kebutuhan Uang Baru Naik 3 Persen

21 Mei 2019, 15: 35: 59 WIB | editor : Perdana

MENGULAR: Masyarakat mengantre untuk menukarkan uang baru halaman Kantor Setda Boyolali, kemarin (20/5).

MENGULAR: Masyarakat mengantre untuk menukarkan uang baru halaman Kantor Setda Boyolali, kemarin (20/5). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Jelang Lebaran, banyak masyarakat yang membutuhkan pecahan uang baru. Memudahkan masyarakat, Kantor Perwakilan Bank Indonesi (KPwBI) Surakarta membuka layanan kas keliling. Layanan ini menggandeng sejumlah bank di halaman Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Boyolali, kemarin (20/5).

Hasil pantauan, masyarakat terlihat berjubel mengantre untuk menukarkan uangnya sejak kemarin pagi. Mereka bahkan rela menunggu hingga siang hari. Per orang, maksimal hanya bisa menukarkan Rp 4,4 juta.

Asisten Manajer KPwBI Surakarta Andi Rahmat menjelaskan, pihaknya menggandeng perbankan yang ada di Kabupaten Boyolali, Kantor Pos, serta Kantor Pegadaian. Selain itu, masyarakat juga dilayani di Kompleks Perkantoran Terpadu Pemkab Boyolali. KPwBI Surakarta menggandeng Bank Jateng Cabang Boyolali, BRI, BNI, Bank Mandiri, dan BPR Guna Daya Boyolali.

”Nilai estimasi kebutuhan uang baru menjelang Lebaran tahun ini mengalami kenaikan sekitar 3 persen dari tahun sebelumnya. Jika di 2018 di kisaran Rp 5,2 triliun, tahun ini meningkat menjadi Rp 5,4 triliun. Tahun lalu kami siapkan Rp 5,2 triliun, tahun ini menjadi Rp 5,4 triliun,” jelas Andi kepada Jawa Pos Radar Solo.

Banyaknya loket penukaran uang baru yang disediakan, KPwBI Surakarta mengimbau agar masyarakat tidak menukarkan di pinggir jalan. Melalui jasa penukarang uang perorangan. ”Sangat terbantu dengan layanan ini. Saya tidak perlu repot lagi menukar di bank yang jaraknya jauh. Panas-panasan sedikit tidak masala, yang penting dekat dengan tempat kerja,” ujar pegawai Dinas Peternakan dan Perikanan Boyolali Yuan Widiastuti. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia