Rabu, 19 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Bengkel Cat Mobil Disatroni Maling

21 Mei 2019, 14: 25: 59 WIB | editor : Perdana

APES: Lubang blower yang digunakan pelaku menyatroni bengkel.

APES: Lubang blower yang digunakan pelaku menyatroni bengkel.

Share this      

KLATEN – Sebuah bengkel cat mobil Mulyo Motor yang terletak di Kampung Belangkulon, Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara disatroni maling. Sebagian besar peralatan lenyap. Mulai dari dinamo, mesin potong, hingga aneka kunci. Total kerugian diprediksi sekitar Rp 15 juta.

Peristiwa baru diketahui Kusnan, 40 pemilik bengkel, kemarin pagi (20/5) sekitar pukul 07.30 WIB. Saat hendak masuk, dia curiga gembok pintu dilem. Akhirnya gembok dibuka paksa.

”Dua dinamo, satu mesin potong, bor, las listrik, dan kunci hilang semua. Ada CCTV tapi mati, juga dicuri. Total kerugian bisa sampai Rp 15 juta,” kata Kusnan kepada Jawa Pos Radar Solo.

Kusnan menduga, pelaku masuk ke bengkelnya dengan menjebol blower. Letaknya ada di bagian belakang. Dia menduga aksi pencurian dilakukan Minggu (19/5) saat bengkel tutup. Dia juga mencurigai pelaku sudah hafal kondisi bengkel. Apalagi peralatan bengkel yang dicuri layak jual.

Agar tidak terulang untuk ketiga kalinya, Kusnan berniat mengaktifkan CCTV. ”Sudah dua kali ini kemalingan. Setahun lalu juga pernah kemalingan dengan modus yang sama. Tetapi barang yang dicuri lebih banyak dari sekarang ini,” bebernya.

Sementara tidak jauh dari bengkel Mulyo Motor, sebuah usaha cuci kendaraan Gemilang juga satroni pencuri. Sebuah kompresor dan peralatan cuci raib digondol maling. Pemilik bengkel Heni Kusuma Putri mengalami kerugian sekitar Rp 5 juta.

”Kalau yang usaha cuci kendaraan itu memang sudah melaporkan kepada kami. Sedangkan pemilik bengkel cat belum membuat laporan. Ini masih kami tunggu yang bersangkutan,” terang Kapolsek Klaten Utara AKP I Wayan Nartha mewakili Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi.

Wayan mengungkapkan, meski kompresor sejatinya diamankan di dalam besi teralis. Namun peluang dicuri sangat besar. Karena tempat usaha pencucian tidak ditinggali pemilik. Penyelidikan pada dua kasus pencurian terus dilakukan untuk mengetahui keberadaan pelaku. Apakah orang yang sama atau tidak.

”Kita mengimbau masyarakat melalui kepala desa untuk meningkatkan kewaspadaan. Terlebih lagi jelang Lebaran ini, aksi kriminal diprediksi meningkat. Kamu sudah memasang dua spanduk di sekitar Masjid Agung  Al Aqsha Klaten terkait imbauan ini,” beber Wayan. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia