Minggu, 16 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Bayi 1 Bulan Dibuang di Dekat TPU

21 Mei 2019, 21: 42: 09 WIB | editor : Perdana

MUNGIL: Bayi yang ditemukan di teras rumah warga kini dirawat di RSUD Gemolong.

MUNGIL: Bayi yang ditemukan di teras rumah warga kini dirawat di RSUD Gemolong. (AHMAD KHAIRUDDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Kasus pembuangan bayi kembali terjadi. Warga Dukuh Bogorejo, Kelurahan Kragilan, Kecamatan Gemolong geger dengan penemuan seorang bayi yang diletakkan di depan rumah warga, bersebelahan dengan tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat. 

Bayi tersebut kali pertama ditemukan di teras rumah pasangan suami istri Suharto-Sri Hartini, warga Bogorejo RT 20 RW 05 Kelurahan Kragilan, Kecamatan Gemolong. Suara tangisan bayi perempuan itu didengar pemilik rumah pada Selasa (21/5) tengah malam sekitar pukul 00.30.

Bayi itu ditemukan dalam kondisi dehidrasi, masih dikenakan selimut warna kuning muda bermotif dan gendongan warna cokelat bermotif. Bayi itu diperkirakan berumur sekitar 1 bulan dengan berat badan 3,4 kilogram dan panjang 51 sentimeter.

Awalnya pemilik rumah Sri Hartini, 63, terbangun mendengar suara tangisan bayi. Saat didengarkan lebih seksama, suara tangisan bayi tersebut semakin kencang. Penasaran dengan suara tersebut, Sri Hartini lantas membangunkan suaminya untuk mengecek.

Saat keluar rumah, mereka mendapati ada seorang bayi yang ditidurkan di kursi di teras rumah. Suharto langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gemolong.

Kasubag Humas Polres Sragen AKP Agus Jumadi mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan menyampaikan, polisi masih mencari pelaku atau orang tua yang membuang bayi tersebut.

”Benar telah ditemukan bayi jenis kelamin perempuan. Saat ini bayi tersebut berada di RSUD Gemolong,” ujar Agus.

Sementara itu, Kasi Rehabilitasi Sosial, Anak, dan Lansia Dinas Sosial (Dinsos) Sragen Urbaniah Eka Sakti menuturkan, selama ini banyak yang ingin mengadopsi bayi atau anak yang dibuang. Namun, untuk menentukan orang tua yang layan mengadopsi, bukan ranah dinsos. 

”Nanti ada tim dari provinsi yang menentukan siapa yang siap untuk mengadopsi. Ini kita langsung laporkan ke provinsi,” ujar Urbaniah. (din/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia