Rabu, 24 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Pemkab Pastikan Bus Asal Karanganyar Layak Jalan

22 Mei 2019, 15: 34: 17 WIB | editor : Perdana

AMAN: Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto mengecek kondisi bus.

AMAN: Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto mengecek kondisi bus. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Kecelakaan bus sewa Rukun Sayur di tol Cipali yang mengakibatkan 12 orang meninggal saat mudik Lebaran tahun lalu membuat trauma banyak pihak. Tak ingin kejadian itu terulang lagi, pemkab bersama  jajaran Satlantas Polres Karanganyar menggelar pengecekan ke sejumlah garasi bus.

Pengecekan kali pertama dilakukan di salah satu garasi Rosalia Indah di jalan Palur-Sragen. Dilanjutkan ke garasi bus Langsung Jaya di jalan Palur-Karanganyar.

Selain memasang stiker kelayakan, tim gabungan juga melakukan pengecekan, mulai sistem pengereman, kondisi mesin, dan kelengkapan surat-surat kendaraan. Kepala Dinas Perhubungan dan Kawasan Pemukiman Karanganyar Sudoro mengungkapkan, kegiatan ram cek dilakukan untuk melihat kesiapan pemilik bus yang bakal memberi layanan angkutan Lebaran.

”Kita ingin memastikan kendaraan yang akan digunakan pemudik itu aman. Dan, mereka bisa kembali pulang ke kampung halamannya untuk bertemu keluarga,” terang Sundoro.

Disinggung terkait peristiwa kecelakaan maut bus sewa Rukun Sayur pada Lebaran tahun lalu, Sundoro mengatakan, pihaknya juga akan melakukan cek ke pengelola bus terkait. Ini untuk mengetahui, apakah bus tersebut kembali menerima orderan sewa di tahun ini.

”Kami akan cek ke pemelik, berapa yang akan diberangkatkan untuk kendaraan umum dan yang disewa. Kalau pun ada yang mau menyewa, saya harap untuk melapor ke pemkab. Itu meski yang menyewa bukan orang dari dalam wilayah Karanganyar,” jelas Sundoro.

Sementara itu, pengelola garasi Langsung Jaya Agus Susilo mengungkapkan, pihaknya menyiapkan sekitar 20 armada untuk angkutan Lebaran. Semua armada sudah siap untuk dioperasikan.

”Semua kita cek satu per satu. Karena saat ini angkutan Lebaran atau angkutan antar kota antar provinsi, semua harus ber-AC,” tutur Agus. (rud/ria)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia