Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

BI Tekan Peredaran Uang Palsu

22 Mei 2019, 17: 20: 23 WIB | editor : Perdana

RAMAI: Lokasi tukar uang baru di halaman Pemkab Sukoharjo kemarin (21/5).

RAMAI: Lokasi tukar uang baru di halaman Pemkab Sukoharjo kemarin (21/5). (RYANTONO P.S/RADARSOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Ratusan warga memadati halaman Pemkab Sukoharjo untuk menukarkan uang, Selasa (21/5). Kegiatan ini diinisiasi oleh Bank Indonesia guna memastikan masyarakat terhindar dari penukaran uang palsu.  

Kepala Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi Kantor Pimpinan Bank Indonesia (BI) Solo Bakti Artanta mengatakan, pihaknya menyiapkan uang baru senilai Rp 2,5 miliar. Penukaran uang dibatasi Rp 4,4 juta per orang. Menjaga antrean tetap tertib, warga diberikan nomor antrean.  

“Kebutuhan tukar uang pecahan baru di eks Karesidenan Surakarta diperkirakan mencapai Rp 5,4 triliun. Ada peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 5,2 triliun,” jelasnya.

Ditambahkan Bakti, pihaknya menyediakan 250 lokasi penukaran uang. Bekerja sama dengan bank pelat merah, swasta, serta Kantor Pos. Khusus penukaran uang di halaman pemkab disediakan enam loket mobil kas keliling. Kegiatan tersebut sekaligus menekan potensi adanya uang palsu. 

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan, adanya layanan penukaran uang ini diharapkan memberikan kemudahan bagi masyarakat. "Tentu kita apresiasi,” terang dia. (yan/wa)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia