Rabu, 19 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Booking Online Pendakian Merbabu,Tinggal Tunjukkan Kode Registrasi

22 Mei 2019, 17: 32: 54 WIB | editor : Perdana

DIGITAL: Uji coba pendaftaran pendakian Gunung Merbabu via online.

DIGITAL: Uji coba pendaftaran pendakian Gunung Merbabu via online. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Di era digitalisasi seperti sekarang ini, semua serba online. Termasuk pendaftaran pendakian Gunung Merbabu via jalur Selo, Boyolali. Masyarakat umum yang ingin mendaki harus mendaftar melalui website resmi Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) di http://www.tngunungmerbabu.org.

Kasubag Tata Usaha BTNGMb Johan Setiawan mengatakan, aturan baru ini masih dalam tajapan uji coba. Demi ketertiban aktivitas pendakian di gunung dengan ketinggian 3.145 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut.

”Booking online ini untuk mendata pendaki. Data intinya adalah siapa yang berangkat dan berapa orang, kapan naik atau turunnya, nomor identitas, serta nomor kontak person yang dapat dihubungi dalam keadaan darurat. Kalau mengisi di rumah kan jadi punya banyak waktu,” terang Johan kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (21/5).

Bagi yang belum mendaftar online dari rumah, tidak perlu khawatir. Sebab di basecamp pendakian Selo, sudah disediakan komputer dan wifi gratis untuk calon pendaki yang belum mendaftar. 

Petugas Registrasi Pendakian Gunung Merbabu Sumali menjelaskan, pendaftaran melalui online ini untuk mempermudah calon pendaki. Sebab bisa dilakukan di manapun dan kapanpun. Sehingga saat tiba di basecamp, calon pendaki bisa langsung persiapan tanpa harus ribut registrasi.

”Syarat masuknya, jika sudah mendaftar online, pendaki tinggal menunjukkan kode registrasi kepada petugas di basecamp. Setelah terdaftar, bisa langsung naik. Dengan cara ini, memudahkan petugas mendata dan melaporkan jumlah pengunjung yang naik maupun turun,” beber Sumali.

Selain itu, pendaftaran melalui online ini juga untuk mengontrol barang-barang yang dibawa pendaki. Tak kalah penting, lanjut Sumali, melalui pendaftaran online ini, pecinta alam dapat mengetahui peraturan yang disampaikan kepada pendaki melalui website tersebut. ”Pendaki juga mengerti apa yang harus dilakukan sebelum mengadakan kegiatan pendakian di Gunung Merbabu,” urainya.

Sumali menyatakan, kewajiban mendaftar secara online ini berlaku mulai 21 Juni mendatang. Sedangkan pada 20 Mei hingga 20 Juni, pendakian Merbabu ditutup untuk sementara waktu. Sebab sedang dilakukan upaya konservasi alam yang rusak akibat banyaknya pendaki. ”Kalau pas musim pendakian, sehari bisa 1.000 orang yang naik,” ujarnya.

BTNGMb memutuskan menutup sementara jalur pendakian Merbabu sesuai surat nomor PG.01/T.35/TU/EVLAP/2019. Surat ditandatangai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BTNGM, Junita Parjanti tanggal 14 Mei 2019. Menyasar seluruh jalur pendakian resmi, yakni jalur Selo, Suwanting, Cunthel, Thekelan, dan Wekas. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia