Senin, 16 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

51.634 Warga Solo Ngemplang Bayar Pajak

22 Mei 2019, 21: 41: 34 WIB | editor : Perdana

Pelayanan di BPPKAD Kota Surakarta

Pelayanan di BPPKAD Kota Surakarta

Share this      

SOLO - Sebanyak 51.634 wajib pajak diketahui menunggak pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) pada 2018. Mereka juga tidak membayar denda akibat keterlambatan pembayaran tersebut.

Berdasarkan data Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Surakarta, pemkot memiliki piutang pembayaran PBB beserta denda keterlambatan oleh 51.634 wajib pajak. Nilai totalnya sebesar Rp 23,2 miliar selama 2018. Angka tersebut meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya, yakni Rp 10 miliar yang terdiri dari 39.997 wajib pajak.

Kasubid Penagihan dan Keberatan BPPKAD Widiyanto mengatakan, semestinya pemkot menerima pemasukan dari PBB pada 2018 sebesar Rp 99,3 miliar dari 138.130 wajib pajak. Namun, hingga 31 Desember 2018 hanya terealisasi Rp 76 miliar dari 86.496 wajib pajak.

”Denda PBB sesuai ketentuan adalah sebesar 2 persen setiap bulan. Masih banyak yang menunggak membayar PBB karena memiliki denda yang besar,” terangnya Widiyanto Rabu (22/5).  

Diakui dia, banyak wajib pajak yang menunggak lebih dari satu tahun. Bahkan, ada wajib pajak yang ngemplang sejak 2013. Menyikapi hal tersebut, pemkot beberapa kali telah memberikan keringanan bagi wajib pajak berupa pemutihan.

”Pak wali kota selalu mengeluarkan kebijakan pemutihan pajak. Yang dibebaskan adalah dendanya, sehingga wajib pajak tinggal membayar pokoknya,” terang dia. (irw/ria)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia