Rabu, 19 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Air di Waduk Mulai Menyusut

23 Mei 2019, 16: 00: 59 WIB | editor : Perdana

MULAI MENGERING: Kondisi di salah satu waduk yang ada di Kabupaten Sragen.

MULAI MENGERING: Kondisi di salah satu waduk yang ada di Kabupaten Sragen. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Sudah sekitar dua pekan terakhir, di Sragen tak turun hujan. Musik kemarau yang sudah tiba, membuat air pada sejumlah waduk di Bumi Sukowati menyusut.

Akibatnya, waduk-waduk tersebut kemungkinan tidak bisa difungsikan untuk mengalirkan air ke sawah petani pada masa tanam.

Dalam pantauan di Waduk Jambeyan, di Kecamatan Sambirejo, air di waduk ini sudah mulai menyusut. Sedangkan untuk Waduk Blimbing masih cukup banyak tersedia air, namun kapasitas penampungan waduk tersebut terbilang cukup kecil.

Kondisi serupa juga terlihat pada Waduk Botok di Kecamatan Kedawung yang sudah mengering.  Sedangkan Waduk Brambang masih cukup banyak tersedia air, namun sisa air yang masih menggenang di tengah waduk juga sudah tidak cukup untuk bisa dialirkan untuk mengairi sawah petani pada musim tanam nanti.

Kepala Dinas Pertanian Eka Rini Mumpuni menyampaikan untuk masa tanam II, kebutuhan air dari waduk sekitar tidak terlalu banyak. Kebetulan saat ini sudah hampir memasuki waktu panen, namun kebutuhan air akan sangat vital pada masa tanam III mendatang. 

”Kalau wilayah yang kesulitan air, jangan dipaksakan tanam padi. Harus ganti palawija. Jika tidak, hasilnya juga tidak maksimal,” terang Eka Rabu (22/5).

Dia menjelaskan masa tanam III akan Juli mendatang. Selama kurun waktu tersebut sudah mulai masuk di musim kemarau. Pihaknya menghimbau sebagai langkah antisipasi, untuk wilayah yang ragu-ragu dengan kondisi ini, hendaknya mengganti tanamannya dengan palawija. ”Untuk daerah tertentu masih bisa menggunakan sumur, namun juga akan menambah biaya (produksi),” jelasnya.

Pihaknya menyampaikan produksi padi masih akan terjaga. Dia menyampaikan di Sragan masih ada sekitar 28-30 ribu hektare daerah yang masih aman untuk kebutuhan air pertanian. (din/nik)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia