Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Pembacaan Tuntutan Kades Doyong Tertunda

23 Mei 2019, 15: 30: 59 WIB | editor : Perdana

Pembacaan Tuntutan Kades Doyong Tertunda

SRAGEN – Pembacaan tuntutan dalam persidangan mantan Kepala Desa (Kades) Doyong, Kecamatan Miri, Sri Widyastuti ditunda pekan depan. Demikian juga persidangan lanjutan yang akan dilakukan oleh Kades Saradan, Kecamatan Karangmalang, Anis Tri Waluyo.

Keduanya tengah menjalani sidang kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) di Pengadilan Tinggi Semarang. Pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen semestinya disampaikan pada Selasa (21/5) kemarin, namun persidangan diundur jadi Selasa (28/5) pekan depan.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sragen Agung Riyadi yang mewakili Kajari Syarief Sulaiman Nahdi membenarkan adanya pengunduran jadwal sidang tersebut. ”Kades Doyong (harusnya digelar) kemarin, tapi akhirnya kami tunda satu minggu. Untuk persidangannya sudah ditunda dua kali. Kemarin kami sudah siap membacakan, tapi begitu kami datang sudah ditunda,” jelasnya Rabu (22/5).

Pihaknya menyampaikan penundaan tanpa dihadiri dari JPU kejari Sragen. Dia menjelaskan yang menunda dari majelis hakim dan pengacara. Selain itu tidak ada terdakwa yang hadir. 

”Sebenarnya sih mundur sampai jam tiga, kami juga sudah datang. Kebetulan ada yang mau menjenguk suaminya orang PN yang kecelakaan,” terangnya.

Dia menyampaikan sidang tetap dilanjutkan dalam agenda pembacaan tuntutan, dari kasus yang menimpa Sri Widyastuti. Sedangkan agenda sidang Anis Tri Waluyo masih dalam status pemeriksaan terdakwa. ”Kebetulan bareng. Majelisnya juga sama,” terang Agung.

Sebelumnya Sri Widyastuti ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam penyimpangan anggaran dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD).

Soal kasus Sri Widyastuti (SW), Kejari Sragen menerima hasil audit kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Berdasar hasil audit yang kami terima, total kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi ini senilai Rp 247,8 juta. Bersumber dari DD/ADD pada 2016 silam. SW yang sudah ditahan sejak 20 Juli 2018 lalu.

 Sedangkan Anis Tri Waluyo dijadikan tersangka terkait kasus perangkat desa (Perdes) yang merupakan pelimpahan dari Polres Sragen. Dan sudah ditahan sejak 10 Januari lalu. (din/nik)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia