Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

MUI Sragen Nyatakan Mendukung Hasil Pilpres

23 Mei 2019, 17: 05: 59 WIB | editor : Perdana

KOMPAK: Beberapa elemen di Sragen menandatanganan keputusan ikut mendukung hasil perhitungan KPU terkait Pilpres 2019.

KOMPAK: Beberapa elemen di Sragen menandatanganan keputusan ikut mendukung hasil perhitungan KPU terkait Pilpres 2019. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sragen menggelar silaturahmi bersama ulama, kelompok ormas islam dan pimpinan pondok pesantren (Ponpes) se-Sragen. Ini dilakukan untuk menanggapi hasil Pemilihan Presiden (Pilpres). Secara tegas MUI Sragen menyatakan dukungannya terhadap hasil perhitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang menyatakan memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul suara dari pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

Dukungan itu dipertegas lagi oleh sejumlah perwakilan ormas Islam, yang membubuhkan tanda tangan. Diantaranya Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sragen, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Majelis Tafsir Alquran (MTA), Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), serta perwakilan ponpes.   

Ketua MUI Sragen KH. Minanul Aziz menegaskan dalam sambutannya siapapun yang menang tidak jadi masalah, asal saling menghormati. Baik yang terpilih, maupun yang tidak terpilih. Soal dukung mendukung, dia menilai hal yang lumrah. ”Sepeninggal nabi pun ada perbedaan pendapat oleh sahabat nabi. Waktu itu dalam memilih khalifah,” terangnya Selasa (21/5).   

Dia menegaskan siapapun yang menang wajib untuk didukung. Jika semua elite politik menyepakati siapapun yang terpilih, semua umat pasti bersatu untuk mendukung. ”Semua yang mengangkat Allah dan yang menurunkan juga Allah. Insyaallah semua aman-aman saja. Kita bangsa Indonesia akan tenang, karena kita semua mencintai Indonesia,” bebernya. 

Sementara itu Sekretaris MUI Sragen Muhammad Fadlan mengutarakan hal serupa. ”Apapun yang disampaikan KPU soal pemenangnya, kita harus mendukung. Jika ada pihak yang tidak setuju, harap disampaikan secara konstitusi,” jelasnya.

Pada kegiatan yang sama, Wakapolres Sragen Kompol Saprodin menyampaikan di Sragen tidak ada yang berangkat ke Jakarta terkait urusan unjuk rasa di KPU pusat. ”Data yang dari polisi tidak ada yang berangkat dari Sragen,” ucapnya. (din/nik)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia