Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Jelang Lebaran, Dinsos Wonogiri Antisipasi Serbuan PGOT

23 Mei 2019, 18: 10: 59 WIB | editor : Perdana

MASALAH SOSIAL: Petugas mendata PGOT yang terjaring razia.

MASALAH SOSIAL: Petugas mendata PGOT yang terjaring razia.

Share this      

WONOGIRI – Mendekati Lebaran, Dinas Sosial (Dinsos) Wonogiri mewaspadai membeludaknya pengemis gelandangan dan orang telantar  (PGOT). Dalam dua pekan terakhir ini saja, dinsos menemukan sekitar sepuluh PGOT buangan.

Kepala Dinsos Suwartono melalui Kasi Rehabilitasi Noer Nugrohowati mengatakan, personelnya disiagakan selama 24 jam selama Ramadan dan Lebaran.

"Dalam dua minggu ini saja sudah banyak laporan yang kita tangani. Ada pengemis, gelandangan, orang telantar. Tadi pagi saya menerima laporan ada mobil yang menurunkan orang gangguan jiwa di sekitar jembatan Pokoh, Wonogiri Kota," katanya, Selasa (21/5).

Jika memiliki identitas, PGOT yang terjaring razia dikembalikan kepada keluarga. Sedangkan yang tanpa identitas diserahkan ke panti rehabilitasi Esti Tomo.

"Jika ada laporan jam berapa pun kita tangani. Kalau di luar jam kerja, (PGOT terjaring razia, Red) akan kita masukan ke RSUD Wonogiri dulu. Kalau dalam jam kerja, kita bawa ke kantor dinsos," beber dia.

Noer mengakui, wilayah Wonogiri, terutama daerah perbatasan kerap dijadikan lokasi pembuangan PGOT, khususnya gangguan jiwa psikotik. "Yang sering itu di Jalan Lingkar Selatan, Pracimantoro-Giriwoyo. Lalu di daerah atas seperti Tirtomoyo. Biasanya dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab," urai dia.

Sebab itu, Noer meminta masyarakat aktif melaporkan bila menemukan PGOT yang meresahkan. "Waspadai juga modus berdalih kehabisan bekal, kena musibah kecelakaan, atau kecopetan. Laporkan jika ada pengemis-pengemis masuk ke desa-desa," tegasnya. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia