Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Jalani Pemeriksaan Perdana, Mantan Bupati Sragen Tampil Nyentrik

24 Mei 2019, 09: 05: 59 WIB | editor : Perdana

PENUHI PANGGILAN: Mantan Bupati Sragen Agus Fatchurahman datang naik trail ke Kejari Sragen.

PENUHI PANGGILAN: Mantan Bupati Sragen Agus Fatchurahman datang naik trail ke Kejari Sragen. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

Menjadi tersangka kasus dana kas daerah (kasda) menjadi pukulan berat bagi mantan Bupati Sragen Agus Fatchurrahman. Pasalnya, kasus tersebut mencuat saat dia sedang sibuk kampanye menjadi calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Golkar. Setelah cukup lama tak muncul, kemarin pria ini memenuhi panggilan pemeriksaan perdana dari kejaksaan. 

AHMAD KHAIRUDIN, Sragen

SEORANG pria mengendarai motor trail Suzuki TS 125 tiba di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen 

pukul 09.30. Wartawan yang semula ngobrol santai pun terkejut. Pasalnya, pria yang berada di atas motor tersebut sudah tidak asing lagi.

Pria yang kemarin mengenakan pakaian hem serba hitam ini adalah Agus Fatchurrahman, mantan bupati Sragen. Pria ini kemarin memenuhi panggilan penyidik Kejari Sragen sebagai tersangka kasus kas daerah (kasda). 

Dengan wajah tampak tenang pria ini langsung melangkah sembari menyalami beberapa petugas kejaksaan sebelum masuk menuju ke ruangan Kasi Pidsus Kejari Sragen. Tidak ada siapapun yang mendampingi, termasuk pengacara.

 Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Sragen ini tidak lama berada di dalam ruangan. Pukul 10.00, AFR sudah keluar ruangan dan pulang menuju tempat dia memarkir motornya di halaman kejari. 

”Menghadiri undangan dari kejaksaan saja, terkait persoalan lama itu (kasus kasda)” terang Agus saat ditanya soal kedatangan dia ke kejari kemarin.

Disinggung soal pertanyaan yang diajukan oleh penyidik. AFR enggan menjawab. Dia menyampaikan siap menjalani apapun proses hukum. ”Saya akan kooperatif menjalani ini sesuai dengan permintaan kejaksaan,” tandasnya.

ARF menjelaskan bahwa pendukungnya tidak bereaksi berlebihan terkait pemanggilan dia oleh kejari. Dia sudah memberikan wejangan bahwa harus siap apapun yang terjadi. ”Saya sampaikan ke mereka bahwa saya siap menjalani prosedur secara baik dan konsekuen, apapun yang terjadi nanti” ungkap Agus.

Soal pengacara yang ditunjuk mendampingi dia, ARF masih berkomunikasi dengan pengacara dari Jakarta. “Nanti saya hubungi teman-teman pengacara dari Jakarta dulu,” ujarnya. 

Sementara Kajari Sragen Syarief Sulaiman Nahdi mengatakan, pemanggilan terhadap tersangka AFR dalam dugaan korupsi penyimpangan dana kasda Sragen. Dia menjelaskan pada pemanggilan pertama ini ARF tidak mengajak penasihat hukum. 

”Yang bersangkutan pada hari ini hadir dan kooperatif, namun belum membawa penasihat hukum. Penasihat hukum itu merupakan hak yang harus dipenuhi dalam pemeriksaan,” ujarnya.

Syarief mengagendakan pertemuan selanjutnya untuk pemeriksaan tersangka AFR. Pada saat pemeriksaan tadi, pertanyaan hanya sampai pada soal penasihat hukum. Dia menjelaskan AFR belum pernah diperiksa sebelumnya.

Saksi yang diperiksa terkait kasus ini sudah ada 30 orang. Namun pemeriksaan juga terus dilakukan untuk mengumpulkan dan melengkapi alat bukti. Pihaknya juga tidak terlalu merisaukan soal praperadilan yang diajukan tersangka. ”Praperadilan mempermasalahkan secara formil, kemungkinan masalah penetapan tersangka tapi tidak saling menghambat,” terang Syarief. (din/bun)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia