Kamis, 23 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sragen

Jelang Idul Fitri, Waspada Peredaran Uang Palsu

24 Mei 2019, 13: 05: 59 WIB | editor : Perdana

MEMBELUDAK: Antrean penukaran uang baru di halaman Pemda Sragen Kamis (23/5) 

MEMBELUDAK: Antrean penukaran uang baru di halaman Pemda Sragen Kamis (23/5)  (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, berbagai jenis kejahatan bisa semakin marak terjadi. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah peredaran uang palsu yang kerap merugikan masyarakat. Polres Sragen memperingatkan warga untuk mengenali perbedaan uang palsu.

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan menghimbau seluruh warga Sragen untuk berhati-hati. Dia menjelaskan sejauh ini belum ada peredaran uang palsu di Sragen, namun bukan tidak mungkin ada niat jahat untuk mengedarkannya mendekati Lebaran nanti. ”Sampai saat ini belum, semoga tidak ada,” ujarnya.

Pasalnya menjelang Lebaran secara otomatis peredaran uang meningkat, termasuk penukaran uang. 

”Warga harus teliti dan bisa membedakan uang asli dengan uang palsu. ciri uang kertas asli antara lain kalau dipegang kasar karena mempunyai huruf timbul dan ada beberapa tanda keamanan lainnya. Mulai dari pita yang tertanam, hingga tanda rectoverso (gambar saling isi) yang merupakan belahan logo BI di kedua sisinya,” ujarnya.

Dia menjelaskan untuk sosialisasi sudah dilakukan oleh Bank Indonesia. Dari kepolisian juga sudah menggerakkan berbagai unsur, seperti Bhabinkamtibmas yang melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Selain itu kejahatan lain yang kerap terjadi menjelang Lebaran adalah  pencurian, hingga penipuan dengan berbagai modus.

Pedagang pakaian di Pasar Gemolong Notifah Arum, 25, pada saat jelang Lebaran pada tahun lalu mengaku tertipu karena mendapat uang palsu. Dia menerima pembayaran uang Rp 100 ribu. Namun setelah dicek, uang Rp 100 ribu tersebut ternyata palsu.

”Waktunya lupa, tapi pernah mengalami temuan uang palsu. Modusnya dia beli dalam keadaan ramai di kios saya, jadinya otomatis saya tidak tahu kalau uang yang dibayarkan itu ternyata uang palusu. Ketahuannya itu uang hasil jualan baju saya pagi itu saya buat beli snack,” ujar dia.

Dia berharap dengan pengalaman tahun lalu tersebut, semoga tidak tertimpa sial kembali. ”Semoga pihak kepolisian juga bisa memberantas pelaku pengedar uang palsu, karena ini bisa merugikan orang banyak,” tuturnya. (din/nik)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia