Minggu, 16 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Hindari Kemacetan di Jalan Solo-Jogja, Mudik Pakai Jalur Alternatif

24 Mei 2019, 15: 35: 59 WIB | editor : Perdana

SUDAH MULUS: Perbaikan jalur alternatif di jalan Bayat-Cawas.

SUDAH MULUS: Perbaikan jalur alternatif di jalan Bayat-Cawas. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Jajaran Satlantas Polres Klaten sudah mengecek kesiapan jalur mudik. Khususnya jalur alternatif untuk mengantisipasi kemacetan di jalur alteri Solo-Jogja. Salah satunya di jalan Wedi-Bayat-Cawas yang selama ini menjadi jalur alternatif ke Kabupaten Wonogiri maupun Gunungkidul. Termasuk jalan raya Jatinom yang selama ini menjadi jalur alternatif ke Semarang-Jogja, maupun sebaliknya.

Kasatlantas Polres Klaten AKP Bobby Anugrah Rachman mengimbau agar para pemudik memanfaatkan kedua jalur alternatif tersebut. Sebab di jalur arteri Solo-Jogja, ada beberapa titik rawan kemacetan. Koordinasi kesiapan jalur alternatif sudah dikoordinasikan dengan dinas perhubungan (dishub) dan dinas pekerjaan umum-penataan ruang (DPU-PR).

”Untuk saat ini memang ada perbaikan jalan di tiga titik di sepanjang jalan Solo-Jogja. Pertama di batas Kota Klaten dan Prambanan sepanjang 500 meter. Baik di lajur kanan dan kiri. Kemudian ada pekerjaan rutin di Tangkisan Pos Km 43 sepajang 350 meter pada lajur kiri. Di titik-titik ini memang rawan macet,” kata Bobby kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (23/5).

Perbaikan jalan juga dilakukan di kawasan Banaran, Delanggu sepanjang 1,3 km. Diprediksi, perbaikan tidak akan selesai 25 Mei mendatang. Sesuai instruksi, seluruh proyek bakal dihentikan sementara waktu pada 25 Mei. Untuk memfasilitasi masyarakat saat aktivitas mudik dan balik Lebaran.

Jalan Wedi-Bayat-Cawas tak luput dari perbaikan. Hanya menambal jalan yang berlubang. Sedangkan penaingkatan jalan baru dilakukan usai lebaran. ”Kami sempat memberikan rekomendasi ke DPU-PR untuk dilakukan penutupan lubang terlebih dahulu,” jelas Bobby.

Perbaikan jalan arteri Solo-Jogja juga dihentikan 25 Mei mendatang. Namun, satlantas memastikan kondisi jalur arteri siap dilintasi para mudik. Termasuk jalur alternatif, juga nyaman dilintasi.

”Biasanya pada saat arus mudik, Klaten masih lancar, meskipun ada sedikit kemacetan. Karena Klaten merupakan salah satu kota tujuan pemudik. Peningkatan arus kemungkinan terjadi pada saat hari-H Lebaran hingga H+3,” bebernya.

Kepala Seksi (Kasi) Pemeliharaan dan Pemanfaatan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga DPU-PR Klaten Agus Setyana mengatakan jalur alternatif untuk mudik sepanjang 30 km. Sedang dilakukan penambalan darurat hingga 1 Juni. ”Penambalan darurat sifatnya sementara. Mengingat beberapa ruas yang kami tambal nantinya akan dilakukan peningkatan jalan setelah lebaran,” terangnya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia