Kamis, 20 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Features

Mengenal Aneka Bus di Keplek Ilat

24 Mei 2019, 21: 50: 57 WIB | editor : Perdana

BERI PAPARAN: Anggota Bis Mania Community (BMC) hadir di Keplet Ilat

BERI PAPARAN: Anggota Bis Mania Community (BMC) hadir di Keplet Ilat (BASKORO RAHARJO/RADAR SOLO)

Share this      

Festival kuliner Keplek Ilat di Sasana Krida Warga Mangkubumen tidak hanya tempat untuk berburu kuliner. Sejumlah komunitas juga hadir memeriahkan even Kelompok Seni dan Usaha Kecil Menengah Mangkubumen (Mpok Sinah Klamben) dan Jawa Pos Radar Solo ini.

Salah satunya adalah Bis Mania Community (BMC). Mereka menemani pengunjung Keplek Ilat dengan talk show yang membahas tentang kecintaannya terhadap bus.

”Orang-orang selama ini mungkin menganggap kami hanya suka naik bus. Padahal lebih dari itu, kami bisa menyampaikan keinginan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan pihak bus," beber salah seorang anggota BMC, Fajar Abitya.

Ia mengatakan BMC berkontribusi agar perusahaan transportasi dapat memberikan pelayanan yang diinginkan konsumen. Tujuannya, agar perusahaam transportasi dapat berbenah dalam melayani konsumen.

"Dulu bus cuma menyediakan TV dan AC saja. Sekarang semakin lengkap. Ada wifi dan colokan di dalam bus. Ini usulan penumpang milenial. Jadi lebih nyaman naik bus," ungkapnya.

BMC pun turut digandeng pemerintah untuk menyosialisasikan regulasi yang terkait tentang transportasi umum. Pada 2015 silam, pemerintah mencanangkan program Ayo Naik Bus agar masyarakat lebih mencintai transportasi umum.

"Itu kami juga berperan. Mengajak masyarakat untuk memilih dan mulai mencintai transportasi umum. Karena sekarang jalanan sudah mulai macet. Ini upaya kami untuk mengurai kemacetan," sambungnya.

Fajar menyebut selama ini masih ada anggapan miring masyarakat terhadap komunitas pecinta bus ini. Tak sedikit masyarakat yang underestimate dengan perilaku bus karena sering kali semena-mena saat di jalan raya.

"Ada kampanye lain yang kami gencarkan. Yakni kampanye Jalan Raya Milik Bersama. Ini maksudnya jalanan ini digunakan untuk bersama. Bukan hanya kalangan kendaraan tertentu. Semua orang berhak memakai jalan raya. Tapi masyarakat masih belum paham soal itu," jelasnya.

Saat ini, BMC terdiri dari 200 anggota dari berbagai latar belakang. Ahmad Naufal, anggota BMC lainnya, menambahkan komunitas ini tidak hanya untuk orang-orang yang suka naik bus saja. Tapi juga boleh untuk mereka yang mencintai alat transportasi umum lainnya.

"Pokoknya teman-temang yang punya public transportation interest boleh bergabung," imbuhnya.

Sementara itu, bagi takjil oleh mitra hotel Jawa Pos Radar Solo dilakukan oleh Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH) dan Aziza Hotel Solo, kemarin. Keduanya membagikan masing-masing 100 takjil untuk pengunjung Keplek Ilat dan pengguna jalan di kawasan Mangkubumen Manahan. (aya/adi)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia