Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Prihatin, 31 Desa di Wonogiri Terancam Kekeringan 

24 Mei 2019, 22: 00: 31 WIB | editor : Perdana

Pelajar asal Jerman berwisata di Desa Gendayaan, Kecamatan Paranggupito tahun lalu. Mereka tertarik belajar karena warga bisa survive di daerah yang minim air

Pelajar asal Jerman berwisata di Desa Gendayaan, Kecamatan Paranggupito tahun lalu. Mereka tertarik belajar karena warga bisa survive di daerah yang minim air

Share this      

WONOGIRI - Sebanyak 31 desa di tujuh kecamatan di Wonogiri berpotensi mengalami kekeringan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Bambang Haryanto mengatakan, data wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan memang masih bersifat sementara. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan para camat untuk melakukan validasi data kekeringan.

"Sementara ini wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan ada 31 desa di tujuh kecamatan," kata Bambang Jumat (24/5).

Adanya inventarisasi pemerintah malalui APBD untuk optimalisasi sumber air, diharapkan mampu membantu wilayah kekeringan. Penanganan dampak kekeringan itu dilakukan secara permanen.

”Sudah banyak dibangun embung. Optimalisasi sumber air dan perluasan jaringan air bersih diharapkan mampu menurunkan wilayah terdampak kekeringan,” kata Bambang.

Di sisi lain, Bambang meminta masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak kekeringan untuk lebih cermat mengelola air bersih. Terutama melalui kearifan-kearifan lokal.

”Misalnya dengan membangun penampungan air hujan,” ujarnya.

Berdasarkan data, sejak 2015-2017 ada 37 desa/kelurahan  di delapan kecamatan yang terdampak kekeringan. Namun, berbagai intervensi untuk mengatasi kekeringan secara permanen dapat mengurangi wilayah terdampak kekeringan.

”Yang sudah teratasi wilayah Selogiri,” katanya.

Belum lama ini, Bupati Wonogiri Joko Sutopo "Jekek" mengatakan, setidaknya Rp 10 miliar sudah dianggarkan untuk mengatasi kekeringan secara permanen di Wonogiri selatan melalui dana alokasi umum (DAU). Pemkab masih berusaha menambah Rp 10 miliar lagi dari APBD mendahului perubahan maupun APBD perubahan murni. (kwl/ria)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia