Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Gubernur-Forkompimda Sepakat Jaga Keutuhan NKRI 

25 Mei 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Perdana

BERSIKAP: Gubernur Ganjar Pranowo bersama kepala daerah se Jateng dan Forkompimda sepakat jaga suasana kondusif dan tindak perusuh di Semarang, Jumat (25/5).

BERSIKAP: Gubernur Ganjar Pranowo bersama kepala daerah se Jateng dan Forkompimda sepakat jaga suasana kondusif dan tindak perusuh di Semarang, Jumat (25/5). (BAYU WICAKSONO/RADAR SOLO)

Share this      

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) se Jawa Tengah menyatakan dukungan kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas pelaku dan aktor intelektual kerusuhan Pemilu 2019. Mereka juga sepakat menjaga suasana kondusif dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dipimpin Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, seluruh Forkompimda Jateng, terdiri dari TNI/Polri, kejaksaan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan partai politik sepakat untuk mendukung aparat penegak hukum menangkap aktor intelektual kerusuhan pasca Pemilu 2019.

Ada enam pernyataan sikap yang dibacakan oleh Ganjar Pranowo usai acara Rapat Koordinasi Forkompimda Jateng di Hotel Patrajasa Semarang, Jumat (24/5). Poin inti dari pernyataan sikap itu antara lain menjaga keutuhan NKRI, menciptakan iklim politik nasional yang kondusif, mengobarkan semangat kebersamaan, mendukung para elit politik untuk bersatu dan mengusut tuntas kerusuhan pasca pemilu.

“Hari ini kami berkumpul bersama jajaran Forkompimda Jateng, bersama TNI/Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat dan partai politik untuk menyatakan sikap. Bahwa Jawa Tengah mendukung upaya-upaya mewujudkan situasi aman, damai dan sejuk paska pemilu di Indonesia,” tegas Ganjar.

Ganjar menerangkan, sebenarnya dunia internasional sudah mengakui bahwa pemilu di Indonesia berjalan lancar. Meskipun rumit, pelaksanaan pemilu berjalan sesuai yang diharapkan. Anehnya, ketika KPU mengumumkan peraih suara terbanyak dalam pemilu presiden kali ini adalah pasangan Jokowi-Amin, dan pasangan Prabowo-Sandi akan menempuh jalur ke MK, maka sebenarnya itu sudah sesuai konstitusi. Namun ternyata di lapangan masih ada aksi-aksi yang menimbulkan kerusuhan.

“Maka saya menyebut pasti ada sengkuni-sengkuni yang berada di belakangnya. Hari ini, kami Forkompimda Jateng mendorong aparat penegak hukum tegas, dengan mengusut dan menangkap provokator dan aktor intelektual kerusuhan pemilu,” tegas Ganjar.

Dengan ketegasan itu, maka nanti akan terkuak satu persatu, siapa yang bermain dalam kerusuhan tersebut. Mudah-mudahan dengan sikap tegas itu, akan memberikan pelajaran bagi semua.

Ganjar juga mengajak seluruh masyarakat agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan anarkistis. Semua masyarakat harus menghormati hasil Pemilu 2019. “Kepada para elit politik, pimpinan partai politik, tokoh agama dan tokoh masyarakat, saya harap agar tidak memberikan pernyataan-pernyataan yang provokatif demi perdamaian bangsa ini,” paparnya.

Pihaknya juga mendukung semua persoalan pemilu diselesaikan melalui jalur konstitusional. 

Masyarakat jangan mudah terprovokasi, apalagi turun ke jalan. Sebab, risikonya akan ditanggung semua. “Kami semua turut berduka atas meninggalnya korban kemarin. Kami memohon elit politik di Jakarta bertemu, berpelukan dan berfoto bersama demi situasi nasional yang damai,” tegasnya.

Sebelum acara deklarasi, Ganjar sengaja mengumpulkan bupati/wali kota serta jajaran Forkompimda se Jateng untuk bertemu menggelar rapat koordinasi. Rakor digelar dengan dua agenda penting, yakni persiapan menjelang Lebaran dan kedua menanggapi situasi politik nasional pasca pemilu 2019. (lhr/bun)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia