Rabu, 20 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Cegah Antraks Muncul, Vaksinasi 5 Ribu Sapi

25 Mei 2019, 12: 10: 59 WIB | editor : Perdana

DIAWASI KETAT: Sapi-sapi yang akan dikonsumsi harus steril dari penyakit.

DIAWASI KETAT: Sapi-sapi yang akan dikonsumsi harus steril dari penyakit. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali mewaspadai munculnya kembali penyakit antraks yang menyerang sapi. Berkaca pada 2011 silam, penyakit ini sudah menular kepada manusia.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Disnakkan Boyolali Afiyani Rifdania mengatakan, mencegah munculnya kembali virus antraks, disnakkan telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan vaksinasi antraks kepada sapi. Target vaksinasi antraks tahun ini 5.000 ekor sapi.

“Baik itu sapi perah maupun sapi potong. Namun, vaksinasi antraks hanya dilakukan di daerah endemis antraks. Yaitu di Kecamatan Simo, Andong, Klego, Selo dan Kecamatan Ampel,” kata Afiyani.

Dana vaksinasi tersebut berasal dari pemerintah pusat. Selain tiu, pihaknya juga menyiapkan kegiatan pengobatan ternak apabila ada yang terindikasi antraks. “Meski sampai saat ini tidak ada kejadian, tapi kita tetap waspada sebagai salah satu usaha pencegahan,” ujarnya.  

Ditambahkan, penanganan antraks juga mendapatkan dana bansos kerja sama dengan Badan Keuangan Daerah (BKD) Boyolali. Dana tersebut sebagai ganti atau kompensasi ternak yang mati diduga karena terkena antraks. “Asalkan ternak yang mati tersebut dibakar dan kemudian dikubur,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga memberlakukan persyaratan berupa surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) bagi ternak luar daerah yang dibawa masuk Boyolali. Khusus sapi yang berasal dari daerah endemis antraks, masih ditambah dengan surat keterangan bebas antraks.

“Ternak yang akan dikirim masuk atau keluar dari Kabupaten Boyolali jika perlu harus melalui pemeriksaan laboratorium untuk memastikan  bebas antraks,” katanya.

Kasus antraks terakhir di wilayah Kabupaten Boyolali terjadi di Desa Mojo, Kecamatan Andong pada 2011. Saat ini sejumlah warga diketahui mengalami bisul dan sakit pada kulit. Hal ini terjadi setelah mereka mengonsumsi daging sapi yang disembelih diduga terkena antraks. Beruntung tidak ada warga yang meninggal. (wid/bun)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia