Senin, 18 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Pembuang Bayi Diancam UU Perlindungan Anak

25 Mei 2019, 16: 26: 21 WIB | editor : Perdana

SEHAT: Bayi yang ditemukan warga pada sebuah teras rumah di Dusun Bogorejo, Kelurahan Kragilan, Kecamatan Gemolong.

SEHAT: Bayi yang ditemukan warga pada sebuah teras rumah di Dusun Bogorejo, Kelurahan Kragilan, Kecamatan Gemolong. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Penemuan bayi di teras rumah warga Kelurahan Kragilan, Kecamatan Gemolong sempat menjadi perhatian warga. Bayi perempuan berusia satu bulan itu seperti sengaja ditinggalkan orang tuanya di rumah tersebut. Orang tua atau pihak yang sengaja membuang bisa terancam undang-undang tentang perlindungan anak.

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan menyampaikan hukuman akibat pelanggaran UU perlindungan anak bisa lebih berat daripada UU KUHP.   

Sebelumnya diberitakan bahwa ada bayi yang ditinggalkan orang tuanya di kursi teras rumah Suharto-Sri Hartini, warga Dusun Bogorejo, Kelurahan Kragilan, Kecamatan Gemolong pada Selasa (21/5) dini hari. 

Pihaknya menyampaikan sudah berupaya mencari asal usul bayi tersebut. Dia menjelaskan masyarakat sudah melihat ciri khas dari foto bayi tersebut. ”Mungkin bisa melihat dari foto selimutnya, atau tetangganya yang sebelumnya punya bayi, tapi  sekarang kok tidak ada, Mungkin bisa ikut memberikan infomasi tersebut ke kami, siapa tahu anak tersebut adalah anak yang ditemukan ini,” ujar kapolres kemarin.

Pihaknya menyampaikan tetap ada upaya mencari orang tua tersebut. Dia mengharap setelah tersebar di media, bisa langsung direspon seluruh masyarakat. Termasuk dari orang tua bayi itu sendiri. Namun Polres menegaskan bahwa mencari orang tua bayi memang tidak mudah. 

”Belum tentu juga orang tuanya dari daerah situ. Kita juga belum ke tahap pengecekan DNA,” ujarnya.  

Kapolres meyakini orang tua bayi tersebut masih cukup menyayangi anaknya. Dugaan ini muncul lantaran bayi tersebut ditinggalkan di rumah warga dengan diselimuti, agar tetap hangat usai ditinggalkan orang tuanya. Kapolres mengakui bahwa saat ini kondisi bayi dalam kondisi sehat, dan mulai banyak pihak yang mengajukan untuk mengadopsi bayi tersebut. (din/nik)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia