Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Dinkes Klaten Siagakan 80 Ambulans selama Arus Mudik

25 Mei 2019, 18: 50: 07 WIB | editor : Perdana

SIAP MELAYANI: Sejumlah armada ambulanss dan petugas medis dari dinas kesehatan (dinkes) melaksanakan apel di halaman Kantor Pemkab Klaten, kemarin (24/5).

SIAP MELAYANI: Sejumlah armada ambulanss dan petugas medis dari dinas kesehatan (dinkes) melaksanakan apel di halaman Kantor Pemkab Klaten, kemarin (24/5). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten menyiapkan 80 armada ambulans selama arus mudik dan balik Lebaran mendatang. Pengecakan kondisi armada dilakukan kemarin pagi (24/5) di halaman Kantor Pemkab Klaten. Sekaligus apel kesiapan armada dan petugas medis untuk menunjang pelayanan kesehatan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten Ronny Roekmito menjelaskan, pengecekan armada dan peralatan ambulans sangat penting. Pengecekan menyasar mesin, rem, lampu, lampu rotary, sirene, hingga perlengkapan medis dan alat pemadam kebakaran.

”Perlu diwaspadai adalah penularan penyakit malaria yang mungkin terbawa para pemudik. Karena ada beberapa daerah endemis malaria. Seperti Purworejo, Sumatera, dan daerah lainnya,” kata Ronny kepada Jawa Pos Radar Solo usai apel, kemarin.

Perlu adanya perhatian khusus terhadap potensi penularan penyakit yang dibawa pemudik. Jajaran dinkes diminta siaga dan tanggap ketika memberikan pelayanan kesehatan kepada para pemudik. Termasuk ketika ada penanganan gawat darurat melalui aplikasi Matur Dokter yang sudah diluncurkan beberapa waktu lalu.

Kepala Dinkes Klaten Cahyono Widodo mengaku pihaknya sudah menyiapkan lima pos kesehatan. Didirikan di sekitar Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan, Terminal Ir. Soekarno, Masjid Agung Al Aqsha, Sub Terminal Penggung, dan Sub Terminal Delanggu.

”Bergabung bersama pos kesehatan dari PMI Klaten. Nantinya pos kesehatan dibuka mulai 29 Mei hingga 13 Juni mendatang. Melibatkan 34 puskesmas, 34 klinik, dan 11 rumah sakit (RS) di Klaten,” jelas Cahyono.

Pos kesehatan didukung 90 dokter, 192 perawat, dan 80 sopir ambulans. Sehari, akan dibagi dalam tiga shift. Ditunjang obat-obatan P3K dan penyakit ringan. Pos kesehatan siap melayani 24 jam.

”Paling membedakan karena sekarang ada aplikasi Matur Dokter. Saya harap ketika pemudik sudah sampai di Klaten, bisa mengunduh aplikasi itu. Karena bisa digunakan saat situasi gawat darurat. Tim bisa langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan ketika ada panggilan,” tandas Cahyono. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia