Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Penjual Kue Kering Banjir Pesanan

25 Mei 2019, 19: 06: 56 WIB | editor : Perdana

KETIBAN BERKAH: Produsen kue kering mulai kebanjiran pesanan menjelang Lebaran. Mereka bahkan fokus memproduksi kue kering salama Ramadan ini.

KETIBAN BERKAH: Produsen kue kering mulai kebanjiran pesanan menjelang Lebaran. Mereka bahkan fokus memproduksi kue kering salama Ramadan ini. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

JELANG Lebaran, bisnis kue kering mengalami peningkatan pesanan. Banyak pedagang musiman kue kering bermunculan. Ada yang rela beralih dagangan lantaran keuntungan yang menggiurkan.

Salah satunya Lia Handayani, 22, warga Sanggrahan, Nogosari, Boyolali. Lia awalnya memproduksi berbagai macam kue basah. Namun, setiap mendekati Lebaran, dia beralih memproduksi kue kering. Sebab, keuntungannya lebih besar.

”Pesanan mulai meningkat sejak Minggu pertama Ramadan. Peningkatannya mencapai 40 persen. Setiap pesanan yang masuk selalu saya terima. Jadi setiap ada pesanan langsung dibuat dan dikirim,” ungkap mahasiswi peruguruan tinggi di Solo ini.

Untuk memasarkan produknya, Lia hanya mengandalkan media sosial. Pemesannya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga hingga pelaku usaha parsel.

”Hampir setiap hari selalu ada pesanan. Sampai kewalahan mengerjakannya karena semuanya sendiri,” imbuhnya.

Kue yang dia buat bermacam-macam jenisnya. Seperti nastar cokelat, kastengel, nastar nanas, putri salju mente, cookies cokelat, cocohip, hingga sumprit. Harganya bervariasi antara Rp 18.000 hingga Rp 28.000 per toples kecil.

Bernike Theanica Ekaristi, pengusaha kue kering asal Tegalharjo, Jebres juga ketiban berkah. Mahasiswa Jurusan Teknologi Pangan Universitas Slamet Riyadi (Unisri) ini juga mulai sibuk memenuhi pesanan kue kering dari pelanggannya. Niken, sapaan akrabnya, sudah merintis usaha kue sejak lima tahun lalu. Namun, khusus produksi kue kering hanya dilakukan saat momentum Ramadan.

”Tahun sebelumnya paling laris brownis kering. Kalau Ramadan ini kastengel edan peminatnya, karena di Solo belum banyak yang produksi cookies ini karena ini resep saya sendiri,” jelas Niken.

Dia mengaku punya strategis khusus untuk memasarkan produknya. Selain melalui media sosial, dia mengandalkan flyer brosur dan jasa advertising online.

”Strateginya ya dipemasaran. Dan saya mempunyai prinsip think different, jadi produk yang kami buat berbeda dari produk sejenis lainnya yang beredar di pasaran,” tandasnya. (mg5/adi)

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia